Film Blockbuster di China Batal Tayang karena Virus Corona

CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 19:33 WIB
Film Blockbuster di China Batal Tayang karena Virus Corona Ilustrasi bioskop. (Istockphoto/dolgachov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film-film blockbuster yang dijadwalkan rilis di China bertepatan dengan perayaan Imlek pada akhir pekan mendatang terpaksa dibatalkan di tengah kekhawatiran akan wabah virus corona.

Sebagaimana dilansir Hollywood Reporter, distributor dan bioskop sepakat membatalkan penayangan film meski Imlek 2020 merupakan salah satu periode blockbuster terbesar di dunia sejauh ini dengan prospek penjualan tiket hingga US$1 miliar.

Para distributor menganggap penting anjuran ahli medis di China yang telah memperingatkan masyarakat agar tidak berkumpul di tempat-tempat ramai, termasuk bioskop.


"Keselamatan dan kesehatan adalah keinginan bersama semua orang, dan dalam menghadapi epidemi ini, kami telah bersatu tangan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ini," demikian pernyataan rumah produksi terbesar di China, Wanda.

Dengan keputusan ini, pemutaran sejumlah film beranggaran besar pun batal, termasuk sekuel aksi komedi Detective Chinatown 3, Lost in Russia, Leap, The Rescue, dan animasi keluarga Boonie Bears: The Wild Life.

Analis lokal sebelumnya yakin bahwa pada Imlek kali ini diperkirakan ada pertumbuhan kuat dan banyak rekor baru. Hingga Rabu siang saja, tiket senilai lebih dari US$52 juta (Rp709 miliar) telah terjual hanya untuk hari pembukaan film baru pada Sabtu.

Namun, tanda-tanda masalah mulai muncul pada Senin, ketika Beijing mulai mengakui keseriusan wabah virus corona dan mengakui bahwa penyebarannya telah mencapai banyak kota di China di luar Wuhan.

Pada awal pekan ini, banyak saham di banyak perusahaan film terkemuka China pun anjlok. Beberapa jaringan teater mulai menawarkan pengembalian uang kepada pelanggan yang telah membeli tiket sebelumnya. Mereka meminta maaf kemudian memastikan bahwa tanggal rilis baru akan diumumkan kemudian.

Tahun Baru Imlek di China biasanya digambarkan sebagai migrasi tahunan terbesar di dunia, dengan ratusan juta pelancong yang tersebar di seluruh negeri pulang ke kota asal. Dalam beberapa tahun terakhir, menonton film menjadi salah satu kegiatan favorit selama liburan.
[Gambas:Video CNN]

Namun, Imlek tahun ini bak mimpi buruk. Pada Rabu, seorang pejabat kesehatan senior di Beijing memperingatkan bahwa migrasi massal penduduk China selama liburan akan membuat epidemi virus corona jauh lebih sulit diatasi.

Jumlah kasus virus corona telah melonjak hingga hampir 600 orang terinfeksi dan 17 orang meninggal pada Rabu (23/1) malam. Beijing mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu mengisolasi seluruh kota Wuhan, tempat virus tersebut diyakini berasal.

Ribuan warga di kota berpenduduk 11 juta jiwa itu dilaporkan telah melarikan diri sebelum larangan semua kereta, pesawat, dan bus untuk meninggalkan kota metropolitan mulai berlaku Rabu pukul 10.00 pagi waktu setempat. (agn/has)