Dampak Wabah Virus Corona, 70 Ribu Bioskop di China Tutup

CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 16:28 WIB
Dampak Wabah Virus Corona, 70 Ribu Bioskop di China Tutup Ilustrasi bioskop. (Istockphoto/dolgachov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya 70 ribu bioskop di China tutup karena wabah virus corona yang tengah menyebar dan menginfeksi ratusan orang di berbagai penjuru Negeri Tirai Bambu.

Rantai bioskop terkemuka di negara itu, termasuk Wanda, CGV, Bona, Lumiere Pavilions, Jinyi, Dadi, dan lainnya mengumumkan bahwa mereka akan tutup sementara mulai Jumat (24/1), di tengah epidemi virus corona.

Keputusan ini diambil setelah pada Kamis (23/1), studio film terkemuka di China membatalkan rencana mereka untuk merilis film blockbuster tahun ini, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru China atau Imlek.


Dengan ketiadaan produk film baru yang dirilis di tengah kekhawatiran virus corona, bioskop pun tidak punya banyak pilihan selain menutup gerai.

Menurut Hollywood Reporter, beberapa layar masih dibuka hingga Jumat (24/1) siang waktu setempat, tetapi diharapkan segera ditutup.

Dengan demikian, pemutaran sejumlah film beranggaran besar pun batal, termasuk sekuel aksi komedi Detective Chinatown 3, Lost in Russia, Leap, The Rescue, dan animasi keluarga Boonie Bears: The Wild Life.

Sementara itu, studio Huanxi Media meluncurkan rencana lain dengan menyediakan film Lost in Rusia secara online gratis di layanan streaming miliknya, Huanxi Premium, sejak tengah malam ini.

Tahun Baru China merupakan periode blockbuster terbesar di dunia sejauh ini dan diharapkan menghasilkan pendapatan penjualan tiket sebanyak US$1 miliar (Rp13,6 triliun).

[Gambas:Video CNN]

Namun ketika wabah virus corona kian memburuk sepanjang minggu, para ahli medis mulai memperingatkan masyarakat agar tidak berkumpul di tempat-tempat ramai.

Industri film China pun berencana mengatur ulang jadwal perilisan film pada masa liburan ini, jika kondisi kesehatan masyarakat telah membaik. Hanya saja, beberapa waktu terakhir ini jumlah kasus virus yang dikonfirmasi terus melonjak.

Per Jumat ini, lebih dari 800 orang terinfeksi virus ini secara global, dan 25 orang meninggal karenanya di China. Delapan kota China di dekat pusat wabah juga telah diisolasi. (agn/has)