Waspada Virus Corona, Comeback Super Junior Digelar Tertutup

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 14:01 WIB
Waspada Virus Corona, Comeback Super Junior Digelar Tertutup Super Junior memutuskan menggelar comeback pada Selasa (28/1) secara tertutup setelah mempertimbangkan kondisi di tengah ancaman penyebaran virus corona. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Super Junior memutuskan untuk menggelar comeback pada Selasa (28/1) secara tertutup setelah mempertimbangkan kondisi di tengah ancaman penyebaran virus corona di Korea Selatan.

"Terima kasih ELF atas dukungan terhadap 'Super Junior The Stage'. Karena ancaman terbaru dari virus corona, kami memutuskan untuk melakukan rekaman secara tertutup," demikian pernyataan Super Junior yang dilansir di laman resmi penggemar.

Awalnya, Super Junior akan comeback 'Super Junior The Stage' dalam dua acara rekaman yang berbeda. Salah satu acaranya terbuka dan bisa disaksikan sekitar 400 penonton pada hari ini.


Namun, mereka tetap mempertimbangkan banyak hal, termasuk penggemar. Acara juga tak bisa diundur karena sejumlah persiapan telah dilakukan. Super Junior pun meminta penggemar untuk maklum.

"Siaran V Live akan tetap berlangsung sesuai jadwal. Kami tetap meminta dukungan yang banyak dari kalian untuk Super Junior The Stage," tulis Super Junior di akhir pengumuman, seperti dilansir Allkpop.

Selasa (28/1) memang sudah ditetapkan sebagai waktu bagi Super Junior untuk kembali dengan album repackage Timeless. Sementara itu, Korea Selatan menjadi salah satu negara yang mengonfirmasi terkena dampak virus Corona.

[Gambas:Video CNN]

Pada 20 Januari, Kementerian Kesehatan Korea Selatan mengonfirmasi dua orang terinfeksi virus corona akibat bekerja di Wuhan. Keduanya disebut dalam kondisi stabil dan sedang menjalani perawatan.

Kini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) menyatakan sedang memeriksa 15 warga yang diduga terkena virus corona. Hasil pemeriksaan bakal disampaikan ke publik dalam waktu dekat.

Melansir Yonhap, Korsel juga sudah mengambil beberapa langkah untuk mencegah penyebaran penyakit ini, seperti secara aktif memantau pelancong di bandara dan mempertimbangkan mengevakuasi warga dari Wuhan. (chri/has)