Only The Young, Pesan Taylor Swift untuk Para Pemuda

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 31/01/2020 20:54 WIB
Taylor Swift bukan hanya merilis dokumenter Miss Americana di Netflix, melainkan juga lagu berisi pesan untuk para pemuda, Only The Young. Taylor Swift bukan hanya merilis dokumenter Miss Americana di Netflix, melainkan juga lagu berisi pesan untuk para pemuda, Only The Young. (Dia Dipasupil/Getty Images for MTV/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seiring dengan perilisan secara resmi film Miss Americana dari Taylor Swift di Netflix, bintang pop tersebut juga merilis lagu terbaru yang juga jadi lagu tema dokumenter tersebut, Only The Young, pada Jumat (31/1).

Taylor Swift merilis lagu berdurasi dua menitan itu melalui laman YouTube miliknya berupa video lirik. Lagu ini mengisahkan pesan Taylor Swift kepada para pemuda untuk tetap bertahan demi perubahan yang lebih baik.

Taylor Swift membuka Only The Young dengan situasi usai dirinya secara terbuka mengemukakan pendapatnya soal politik pada Oktober 2018 lalu, dengan mendukung caleg Phil Bredesen untuk senat dan Jim Cooper untuk jadi anggota DPR. Keduanya merupakan anggota Partai Demokrat.


Bukan hanya itu, Taylor Swift kala itu juga secara terbuka menentang caleg Partai Republik Marsha Blackburn yang ia anggap menentang sejumlah hal yang didukung Swift, seperti kesetaraan perempuan dan perlindungan atas kekerasan terhadap perempuan.

Upaya Swift itu menimbulkan lonjakan pemilih pemula di Pemilu Paruh Tahun Amerika Serikat. Laman Vote.org mencatat ada 65 ribu pendaftar baru hanya dalam 24 jam usai Swift buka suara.

Namun rupanya dorongan dari Swift tak sanggup meloloskan Phil Bredesen ke Gedung Capitol. Marsha Blackburn keluar sebagai senator wanita pertama dari Tennessee.

"The game was rigged, the ref got tricked / The wrong ones think they're right / You were outnumbered - this time," lantun Swift menyiratkan kekalahan jumlah suara tersebut.

"But only the young / Only the young / Only the young / Only the young can run / Can run, so run / And run, and run," lanjutnya di bagian chorus.

Taylor Swift kemudian melanjutkan dengan menggambarkan kekhawatiran anak muda akan berbagai hal yang dapat merisak mereka karena "kalah" dari kelompok tertentu.

[Gambas:Youtube]

Namun mantan penyanyi country ini menyiratkan bahwa yang bisa menyelamatkan para pemuda adalah diri mereka sendiri, sehingga berubah dan bergerak adalah kunci akan perubahan.

Swift pun secara metafora menggambarkan situasi yang harus dihadapi perempuan seperti dirinya, ketika ia dipaksa mengikuti dogma atas sosok ideal perempuan dalam masyarakat. 

Selain itu, Taylor Swift juga menggambarkan betapa sulitnya perempuan harus melakukan semua hal sendiri untuk bisa setara dan dihargai oleh masyarakat.

"They aren't gonna help us / Too busy helping themselves / They aren't gonna change this / We gotta do it ourselves / They think that it's over / But it's just begun " lantun Taylor Swift.

"Only one thing can save us /Only the young//" lanjutnya.

[Gambas:Youtube]

Dengan dentuman drum yang diselingi dengan kibor dan nuansa lebih pop dan catchy, Only The Young menjadi lagu berisi suara politis selanjutnya dari Taylor Swift setelah sejumlah lagu dalam album Lover.

Dalam album Lover, Taylor Swift banyak menyinggung soal berbagai masalah sosial di antara lagu-lagu cinta, seperti The Man yang bernuansa feminisme, You Need to Calm Down yang menyuarakan hak-hak LGBT dan perlawanan atas perundungan, dan Miss Americana and The Heartbreak Prince yang berisi kegelisahan akan politik Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

Selain itu, Only The Young juga menambah daftar lagu buatan Taylor Swift yang berisi di luar kisah cintanya dengan sejumlah lelaki, seperti Mean, A Place in This World, Never Grow Up, Ronan, Long Live, The Outside, dan New Romantics.

Di sisi lain, Taylor Swift juga menggambarkan proses pembuatan dan inspirasi dari lagu Only The Young yang telah ia buat bersama Joel Little, dalam film dokumenter Miss Americana.

[Gambas:Youtube] (end)