Dalam pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, Globalgate menilai bahwa semenjak dicabutnya larangan investasi asing pada 2016, jumlah layar bioskop di Indonesia telah melonjak dua kali lipat melebihi dua ribu, dan diperkirakan akan bertambah dua kali lipat lagi dalam waktu dekat.
Melihat potensi itu, Globalgate Entertainment pun mengumumkan bahwa mereka telah menambahkan rumah produksi Indonesia Falcon Pictures ke dalam konsorsium 14 mitra produksi dan distribusi dominan di seluruh dunia. Mitra Globalgate lainnya mencakup Televisa, TF1, Nordisk, Tobis, Rai, Kadokawa, Lotte, TME, Paris Filmes, CineColombia/Dynamo, Belga dan Viva Communications.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Eksekutif sekaligus Pendiri Falcon Pictures H.B. Naveen menambahkan, "Falcon antusias menjadi bagian dari jaringan kreatif ini. Dengan terkoneksi kepada para pemikir yang hebat dan pengisah yang indah, Falcon berharap untuk meningkatkan output kontennya di Indonesia dan menyebarkan cerita-ceritanya ke seluruh dunia."
Terlebih, merujuk kepada potensi pasar, Globalgate melihat bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar nomor empat di dunia.
Didirikan pada 2010, Falcon Pictures merupakan rumah produksi dan distribusi yang telah menghasilkan tiga film Indonesia terlaris sepanjang masa. Di antaranya adalah Warkop DKI Reborn 1, Dilan 1990, dan Dilan 1991.
Dalam beberapa tahun terakhir, Falcon dilaporkan telah menguasai 25 persen dari box office lokal dengan merilis film seperti Bumi Manusia, trilogi Comic 8, trilogi Si Doel The Movie, Warkop DKI Reborn 2, My Stupid Boss 1 dan 2, serta Teman Tapi Menikah. Selain di perfilman, Falcon juga mengelola produksi di bidang musik, penerbitan, media digital, dan pendidikan.
[Gambas:Video CNN] (agn/rea)