Jadi Pria, Taylor Swift Beri Sindiran Keras di Video The Man

tim, CNN Indonesia | Jumat, 28/02/2020 08:13 WIB
Jadi Pria, Taylor Swift Beri Sindiran Keras di Video The Man Taylor Swift memasukkan sederet sindiran akan ketimpangan kesetaraan gender di masyarakat, dan juga masalahnya dengan Scooter Braun. (Frazer Harrison/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Taylor Swift resmi merilis video musik dari single The Man yang diambil dari album Lover, Kamis (27/2) malam waktu Indonesia. Dalam video itu, Swift memilih menjadi laki-laki dan membawakan banyak pesan sindiran kepada kaum Adam.

Video yang diarahkan dan ditulis sendiri oleh Taylor Swift itu dibuka dengan sorotan kamera yang mendekat ke sosok punggung seorang pria yang menatap jendela. Sosok pria itu melenggang masuk ke ruangan dan mulai bersikap selayaknya bos, menyuruh para bawahannya.

"I'd be a fearless leader/ I'd be an alpha type/ When everyone believes ya/ What's that like?" lantun Taylor Swift.


"I'm so sick of running / As fast as I can // Wondering if I'd get there quicker/ If I was a man// And I'm so sick of them coming at me again // 'Cause if I was a man/ Then I'd be the man // I'd be the man," lanjutnya.

Dalam adegan awal ini, Taylor Swift memarodikan adegan film Wolf of Wall Street yang dibintangi oleh Leonardo DiCaprio, yang juga ia sebut dalam lirik lagu The Man sebagai personifikasi maskulinitas dalam masyarakat.

Setelah itu Taylor menyindir sejumlah tingkah kaum Adam yang dianggap mengganggu kenyamanan publik, seperti merentangkan kaki kala duduk, merokok, membaca koran hingga mengganggu orang, dan buang air kecil sembarangan.

Dalam video ini pula, Taylor Swift memberikan sindiran keras untuk Scooter Braun yang diklaim telah merebut master enam album Swift sebelumnya dengan cara mengakuisisi Big Machine Labels.

Swift menyantumkan seluruh judul enam album lamanya di sebuah dinding yang bertuliskan poster bermakna meminta kembali enam album itu. Plus, sebuah larangan bermain skuter yang merujuk pada nama Scooter Braun.

Sindiran Taylor Swift belum selesai. Ia masih menyindir sejumlah tingkah para lelaki yang dianggap merendahkan perempuan dan standar ganda akan perempuan di kehidupan sosial, seperti kebanggaan menjalin cinta semalam dengan banyak wanita, anggapan pria jadi ayah terbaik hanya dengan tindakan sedikit dibandingkan yang ibu lakukan.

Jadi Pria, Taylor Swift Beri Sindiran Keras di Video The ManTaylor Swift memasukkan sederet sindiran akan ketimpangan kesetaraan gender di masyarakat, dan juga masalahnya dengan Scooter Braun. (AFP PHOTO)

Swift juga memarodikan aksi kemenangan dan kemarahan para atlet tenis. Adegan ini merujuk pada standar ganda atas perempuan bahwa perempuan bila meluapkan emosi akan menjadi pergunjingan, beda hal bila lelaki yang melakukan.

Adegan ini dibuat Taylor Swift merujuk pada momen Serena William meluapkan emosinya kepada wasit saat Amerika Terbuka 2018.

Taylor Swift juga tak lupa menyelipkan sindiran halus pada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang ia nilai tak menghargai perempuan dan kesetaraan.

Swift menyindir dengan memunculkan adegan lelaki tua menikah dengan seorang wanita muda, 58 tahun kemudian. Bila diperhatikan, sosok mempelai wanita menggambarkan Melania dengan raut Latin, dan pria tua memiliki rambut pirang dan tipis.

Selain itu, sejumlah fan menemukan fakta bahwa Donald Trump menikahi Melania pada 2005 ketika ia berusia 58 tahun.

[Gambas:Youtube]

Lagu The Man sendiri dibuat oleh Taylor Swift untuk mengkritik patriarki, standar ganda, dan ketimpangan gender yang ada di dalam masyarakat.

Sebelum merilis video musik The Man, Taylor Swift sudah merilis sebuah video lirik dan penampilan langsung lagu ini dari konser di Paris beberapa waktu lalu. (end)