Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 berlatar beberapa tahun setelah kejadian di film pertama. Alfie (Chelsie Islan), sang tokoh utama, kini dikisahkan berusaha untuk menjalani hidup bersama adiknya, Nara, usai akhir horor dalam Sebelum Iblis Menjemput (2018).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat Ayat 2, Timo mencoba menampilkan kisah kelanjutan yang sekaligus menjawab sejumlah hal di film pertama. Hal ini juga bisa terlihat dari keterlibatan sejumlah pemain film sebelumnya, Ray Sahetapi dan Ruth Marini.
Mulai dari awal film hingga pertengahan, Timo tampak tak sabar menunjukkan kegilaan horor dalam Ayat 2 sembari mengenalkan kisah dua kubu karakter film ini, Alfie dan geng anak muda.
Menurut review film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2, Timo Tjahjanto benar-benar menyuguhkan hal yang lebih liar dan gila dibandingkan versi prekuelnya. (dok. Screenplay Films/YouTube) |
Tetapi di waktu yang bersamaan, Timo jelas terlihat mengerem obsesinya sendiri demi kejutan untuk penonton. Pekerjaan paralel itu membuat penonton mesti bersabar mengikuti perjalanan nalar cerita yang membuat tak nyaman.
Beruntungnya, Timo hanya ada PR di bagian awal hingga tengah film. Sisanya, sebagian besar cerita mengalir dengan mulus bahkan kejutan yang disiapkan Timo untuk penonton tersaji dengan baik.
Hanya satu rekomendasi bagi Timo, ada baiknya ia menyediakan durasi lebih terkait narasi yang menjadi akar masalah Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2. Hal ini menjadi penting agar film ini bukan hanya sekadar film yang menjual horor dan gore semata.
Satu kredit bagi Timo dari unsur cerita, adalah terkait niat sutradara itu untuk meriset lebih dalam soal ilmu hitam juga demonologi dan menampilkannya dengan lebih berbobot dibanding versi sebelumnya.
Meskipun, saya menilai pesan Timo yang tersirat dalam film ini akan lebih sampai dengan mudah kepada penonton bila durasi narasi demonologi itu ditambah sekaligus menguatkan ragam simbol yang ia bawa secara halus dalam film ini.
Menurut review film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2, Timo Tjahjanto lebih banyak memilih para pemain yang terbilang segar di layar lebar tanpa mengabaikan kemampuan akting mereka. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
Sisanya, Timo terbilang cemerlang dalam menyajikan horor dalam Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2. Ia banyak melakukan pembaruan penyajian visual dibandingkan Sebelum Iblis Menjemput (2018), mulai dari sudut pandang, gaya kamera, nuansa visual, hingga soal kostum dan rupa para setan.
Timo juga berhasil menampilkan horor tanpa harus mengandalkan jumpscare dan scoring klasik berupa suara mengikik. Timo menempatkan kemunculan para setan ini nyaris persis dengan yang selama ini kebanyakan orang takutkan.
Bagi pencinta gore, Timo masih menyelipkan kegemarannya menampilkan ragam adegan sadis di film ini. Timo juga tak lupa untuk menyelipkan humor di antara percakapan para karakter dan di tengah kegentingan, sehingga tensi penonton tak melulu 'digeber' oleh horor dan gore.
Penampilan para pemain di Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 cukup memuaskan meskipun pembagian peran memang didominasi oleh beberapa karakter.
Saya cenderung lebih menyukai penampilan Chelsea Islan di film pertama. Kali ini, ia tampak bermain baik mulai dari pertengahan hingga akhir film.
Pada bagian awal Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2, Chelsea tampak berusaha amat keras menampilkan karakter Alfie sehingga terlihat kurang humanis. Meskipun, ada banyak hal yang layak jadi materi meme di internet karena cukup ikonis.
Penampilan para pemain pendukung lainnya terbilang cukup menawan. Mereka mampu membuat cerita film ini lebih utuh dan bukan sebagai pemain pelengkap semata.
Saya mengapresiasi langkah Timo lebih banyak memilih para pemain yang terbilang segar di layar lebar tanpa mengabaikan kemampuan akting mereka, sehingga meminimalisir penggunaan aktor yang 'itu-itu saja'.
Upaya Timo merekrut aktor yang lebih beragam dan muda ini penting dan layak dilakukan banyak sutradara juga rumah produksi lainnya karena membuka peluang besar untuk perkembangan keaktoran di Indonesia.
Pada akhirnya, untuk sebuah film horor dan gore, Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 layak menjadi rekomendasi dan langkah baru dalam kancah perfilman horor Indonesia. Timo Tjahjanto membuktikan ia mampu bereksplorasi di genre ini dan lepas dari 'pakem-pakem' lokal.
[Gambas:Youtube]
(end)
Menurut review film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2, Timo Tjahjanto benar-benar menyuguhkan hal yang lebih liar dan gila dibandingkan versi prekuelnya. (dok. Screenplay Films/YouTube)
Menurut review film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2, Timo Tjahjanto lebih banyak memilih para pemain yang terbilang segar di layar lebar tanpa mengabaikan kemampuan akting mereka. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)