Review Film: The Man Standing Next

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Sabtu, 29/02/2020 15:53 WIB
Review Film: The Man Standing Next Review film The Man Standing Next menggambarkan situasi Korea Selatan yang amat kacau, ketika para pemimpin sibuk hanya menyelamatkan diri sendiri. (dok. Showbox via KOFIC)
Jakarta, CNN Indonesia -- The Man Standing Next menggambarkan kondisi Korea Selatan yang amat kacau. Film thriller politik ini membuat saya banyak berpikir, bagaimana bisa hal-hal yang ditampilkan dalam film ini terjadi di dunia nyata.

The Man Standing Next merupakan film adaptasi dari buku non-fiksi bertajuk Chief of Namsan (Namsanui Bujangdeul) karya Kim Choong-sik yang mengisahkan Kepala KCIA (Badan Intelijen Korea) Kim Hyong-uk dan kepergiannya ke Amerika Serikat. Kisah ini sempat terbit di koran Dong-A Ilbo pada 1990-1992.

The Man Standing Next juga diangkat dari kisah mantan Kepala KCIA Kim Jae-gyu membunuh Presiden Park Chung-hee pada 1979 sebagai upaya menghentikan pemerintahan yang diktator dan korup selama 18 tahun.


Meski diadaptasi dari kisah nyata, nama-nama tokoh dalam The Man Standing Next diubah. Seperti Kepala KCIA Kim Jae-gyu diubah menjadi Kim Gyu-pyeong. Sementara itu, mantan Kepala KCIA Kim Hyong-uk menjadi Park Yong-gak.

Segala hal terburuk yang mungkin dilakukan atau dialami petinggi pemerintahan bisa terlihat dalam film ini. Mulai dari pengkhianatan, korupsi, hingga penyadapan terhadap terhadap presiden dan Kepala Badan Intelijen.

Semua yang terjadi dalam film ini membuat otak saya bekerja cukup keras menduga yang sesungguhnya terjadi di Korea Selatan kala itu.

Ungkapan diam-diam mematikan benar tergambar dalam film ini. Seperti ketika para petinggi sedang bersenang-senang, tapi di sisi lain terdapat orang yang berada di ujung tanduk dan kehilangan nyawa terlihat jelas dalam The Man Standing Next.

Selain itu, semua terlihat abu-abu dalam The Man Standing Next. Tak ada yang benar-benar baik atau jahat terutama ketika berbicara dengan embel-embel demi negara. Para pemain dengan apik memerankan petinggi Korea Selatan yang sibuk mencari keselamatan diri sendiri.

Salah satu hal yang patut diapresiasi adalah tim casting dan make-up artist yang berhasil membuat aktor terlihat serupa dengan tokoh di dunia nyata. Mulai dari fisik Lee Byung-hun serupa Kim Jae-gyu, aktor Kwak Do-kwon menyerupai Kim Hyong-uk, dan terpenting aktor Lee Sung-min hampir serupa dengan Presiden Park Chung-hee.

Review Film: The Man Standing NextReview film The Man Standing Next menggambarkan situasi Korea Selatan yang amat kacau, ketika para pemimpin sibuk hanya menyelamatkan diri sendiri. (dok. Showbox via KOFIC)
Lee Byung-hun juga berhasil memerankan karakternya dengan baik. Suami dari aktris Lee Min-jung tersebut dengan ciamik menunjukkan bagaimana seorang yang selama ini bergerak di belakang layar dan lebih menyukai pendekatan halus seperti diplomasi, berubah menjadi orang yang amat gampang mengangkat senjata akibat tekanan.

Ungkapan jangan membangunkan singa tidur menggambarkan perubahan karakter Lee Byung-hun dalam The Man Standing Next. Bahkan, ketika ada satu adegan yang mengundang tawa jelang akhir film menjadi salah satu bagian di mana terjadi perubahan bagi karakter Kim Gu-pyeong.

Meski berhasil menghidupkan kembali sejarah, terdapat beberapa catatan terkait The Man Standing Next. Kekacauan dan keinginan begitu banyak orang menyelamatkan diri sendiri dalam kisah tersebut membuat penonton harus benar-benar fokus ketika menonton, termasuk dalam memperhatikan kronologi waktu yang ditampilkan dalam film.

Tak hanya itu, film ini juga menceritakan soal Koreagate, skandal Amerika Serikat yang melibatkan sejumlah petinggi Korea Selatan dan membalikkan keputusan Presiden Richard Nixon menarik pasukan dari Korea Selatan. Hal tersebut tak dijelaskan di sepanjang film padahal menjadi salah satu intisari semua kejadian ini.

[Gambas:Youtube]

Meski terlihat kompleks dan memerlukan perhatian penuh penonton, The Man Standing Next patut diacungi jempol karena menyertakan gambar-gambar serta rekaman suara dari para tokoh di dunia nyata pada beberapa bagian film.

Secara keseluruhan, The Man Standing Next merupakan film yang menceritakan 40 hari jelang pembunuhan Presiden Park. Sehingga, untuk mengetahui apa yang terjadi di Korea Selatan setelah itu, penonton mungkin perlu mencari tahu sendiri.

The Man Standing Next tayang di Indonesia pada 26 Februari. (end)