Streaming di Negara Lockdown Corona Naik Lebih dari 70 Persen

CNN Indonesia
Sabtu, 21 Mar 2020 09:22 WIB
Jumlah pengguna layanan streaming di negara yang memberlakukan lockdown demi mencegah virus corona meningkat lebih dari 70 persen dalam dua pekan terakhir. Pengguna layanan streaming di negara yang memberlakukan lockdown demi mencegah virus corona meningkat lebih dari 70 persen dalam dua pekan terakhir. Ilustrasi. (Dok. Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jumlah pengguna layanan streaming di beberapa negara meningkat lebih dari 70 persen dalam dua pekan terakhir, setelah pemerintah setempat memberlakukan lockdown untuk menekan penyebaran virus corona, seperti Italia dan Spanyol.

Berdasarkan data JustWatch yang diterima CNNIndonesia.com, jumlah pengguna layanan streaming di Spanyol melonjak 138 persen dari perbandingan antara periode 9-10 Maret dan 16-17 Maret.

Dalam periode yang sama, pengguna layanan streaming di Prancis juga meningkat 82 persen, dan diikuti Italia dengan 71 persen.


COVID-19 merupakan penyakit yang ditimbulkan virus corona dari China. Virus tersebut kini menyebar secara masif di Eropa.

Berdasarkan data Jumat (20/3) siang, Italia melaporkan 41.035 kasus, Spanyol dengan 18.077 kasus, sementara Jerman memiliki 15.320 kasus, dan Prancis 11.010 kasus.

Beberapa negara yang masuk 10 besar dengan kasus terbanyak adalah Iran dengan 18.407 kasus, Amerika Serikat dengan 14.250 kasus, Korea Selatan melaporkan 8.652 kasus, dan Swiss 4.164 kasus.

Peningkatan kasus ini membuat pemerintah setempat meminta masyarakat bekerja dan belajar dari rumah, bahkan memberlakukan lockdown.

Dengan demikian, total peningkatan penggunaan layanan streaming secara global mencapai  40,43 persen. Selain itu, JustWatch juga mencatat peningkatan itu terjadi karena penambahan pengguna baru sekitar 85 persen dari seluruh layanan.

Secara keseluruhan, layanan streaming yang menjadi pilihan utama para pengguna dalam dua pekan terakhir adalah Netflix, Amazon Prime Video, Disney+, dan Apple TV+.

JustWatch merupakan salah satu layanan panduan streaming dengan 20 juta pengguna di 40 negara berbeda dalam lima tahun terakhir. Layanan tersebut mengumpulkan ratusan platform streaming dan memudahkan pengguna menonton film dan serial secara legal.

[Gambas:Video CNN]
Pakar menilai wajar jumlah penggunaan layanan streaming meningkat dalam kondisi seperti ini. Analis Moody's Investors Services, Neil Begley, bahkan sudah memprediksi hal tersebut sejak 29 Januari, sejak virus corona baru saja merebak.

"Jika penularannya meluas secara internasional, banyak orang memilih untuk diam di rumah dan mencari hiburan seperti Netflix, Disney+, HBO Max, dan lainnya," kata Neil Begley seperti dilansir Variety.

Peningkatan serupa juga terjadi dalam layanan Twitch. Jumlah waktu streaming dalam layanan yang dimiliki Amazon ini meningkat 15 persen.

Berdasarkan data Twitch Tracker yang dilansir Quartz, jumlah penggunaan rata-rata setiap hari selama Maret 2020 meningkat 12 persen dibandingkan Maret 2019.

Merujuk pada data John Hopkins Center for Systems Science and Engineering pada Jumat (20/3) siang, virus corona telah menjangkiti 244.523 orang di dunia dengan catatan 86.026 orang sembuh dan 10.030 lainnya meninggal dunia. (chri/has)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER