Vokalis Sigur Ros Umumkan Rilis Album Solo Kedua Bulan Ini

tim, CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 08:38 WIB
Jonsi Birgisson mengatakan akan merilis materi baru pada April 2020. Namun dalam unggahan itu ia tidak menyebutkan tanggal maupun judul album secara spesifik. Jonsi Birgisson mengumumkan akan merilis materi baru pada bulan ini. (Foto: Frazer Harrison/Getty Images for Coachella/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Vokalis Sigur Ros, Jonsi Birgisson melanjutkan kiprah solo dengan merilis materi baru. Tanpa menyebut judul, ia mengumumkan album tersebut akan edar pada bulan ini.

"Saya merilis musik baru bulan ini," tulis Jonsi seraya memberi tautan kepada akun solonya di Spotify dan YouTube. Ia menyertai pengumuman itu dengan sebuah video pendek yang menunjukkan visual sederhana diiringi musik instrumental.

Visual itu seluruhnya berwarna hitam dengan efek berdesir, sementara nada-nada digaungkan memakai synthisizer. Sontak penggemar menyambut gembira kabar ini, salah satunya mengatakan 'hampir lupa seperti apa cinta terdengar'.


[Gambas:Instagram]

Jonsi merilis mini album Go Do pada Maret 2010. Sebulan kemudian, ia melepas album penuh yang sekaligus menjadi debut solo lewat Go, dan pada 2011 mengedarkan Go Out dalam format piringan hitam. Sebelumnya, ia memiliki duo bersama Alex Somers di bawah payung Jonsi & Alex.

Jonsi & Alex lebih menyerupai sebuah proyek seni, dengan debut berupa buku gambar. Baru pada 2009 mereka merilis album Riceboy Sleeps. 10 tahun kemudian, album kedua bertajuk Lost & Found diedarkan. Sementara, belum terdengar kabar terbaru dari Sigur Ros sendiri, yang terakhir mengeluarkan album pada 2013.

Band asal Islandia itu sempat terlibat dalam sejumlah program televisi, di antaranya kartun The Simpsons, serial Game of Thrones, dan Black Mirror. Pada 2018, Sigur Ros merilis proyek multimedia yang dideskripsikan sebagai 'mixtape tanpa akhir', karena mereka terus menambahkan lagu-lagu di dalamnya.
Dalam sebuah kesempatan, Jonsi mengakui segala hal dalam hidupnya adalah eksperimen. Ia tidak menyebut dirinya sebagai seniman, tapi bersikeras musik lebih bisa berbicara daripada wawancara.

"Saya benci wawancara. Saya benci fotografer. Saya benci segala hal yang datang karena musik [popularitas]. Saya ingin musik yang berbicara untuk saya. Sangat mengganggu, sungguh, segala hal menyebalkan seperti pemandangan di Islandia. Semua orang selalu bicara tentang kurcaci," katanya, dilansir dari Scotsman.

[Gambas:Video CNN] (rea)