Glenn Fredly dan Karya di Belakang Layar Lebar Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 08:50 WIB
Glenn Fredly bukan hanya tampil di atas panggung. Ia juga terlibat dalam sejumlah film Indonesia, mulai ? (Tanda Tanya) sampai Filosofi Kopi 2. Glenn Fredly bukan hanya tampil di atas panggung. Ia juga terlibat dalam sejumlah film Indonesia, mulai ? (Tanda Tanya) sampai Filosofi Kopi 2. (Detikcom/Gus Mun/detikHOT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musisi Glenn Fredly meninggal dunia pada Rabu (8/4). Masih belum diketahui sebab pasti ia meninggal dunia. Namun, kabar tersebut telah dikonfirmasi orang-orang terdekat serta rekan musisi Indonesia.

Glenn selama ini amat dikenal lewat karyanya di belantara musik Indonesia. Namun, selain bermusik, ia juga pernah berkecimpung dalam industri perfilman.

Pada 2011, ia pertama kali bermain dalam ? (Tanda Tanya), film mengenai pluralisme beragama karya Hanung Bramantyo dan penulis Titien Wattimena. Film tersebut menunjukkan permasalahan yang kerap terjadi di antara agama.


Dalam film, Glenn berperan sebagai Doni yang bersaing dengan Surya (Agus Kuncoro) yang berbeda agama dalam mendapatkan perhatian dari Rika (Endhita), seorang perempuan Katolik. Film itu juga dibintangi Revalina S Temat, Reza Rahadian, Rio Dewanto, serta Hengky Sulaeman.

Tiga tahun kemudian, Glenn mulai beralih peran menjadi produser. Ia turut memproduksi film Cahaya dari Timur bersama Angga Dwimas Sasongko pada 2014. Film yang dibintangi Chicco Jerikho dan Shafira Umm tersebut diambil dari kisah nyata.

Film tersebut menceritakan tentang Sani Tawainelaa yang melatih anak-anak lokal bermain sepak bola di tengah konflik agama. Ia mempersiapkan anak-anak tersebut supaya berhasil. Dalam film ini, Glenn juga sempat tampil sebagai pemain dan turut mengisi lagu tema Cahaya dari Timur.

Film Cahaya dari Timur berhasil mendapat penghargaan Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2014. Lagu tema, Tinggikan, yang dinyanyikan Glenn Fredly juga memenangkan Best Theme Song Maya Awards 2014.

Pada 2015, Glen masih memilih untuk bekerja di belakang layar. Ia kembali berperan sebagai ko-produser dan produser musik untuk film Filosofi Kopi. Lewat hal itu, ia memiliki misi untuk mendorong industri musik bergerak bersama perfilman.

"Setidaknya saya bawa misi, dunia musik bisa mengikuti jejak film itu harapannya. Film penting untuk menyampaikan pemikiran. Ini sekaligus menggabungkan pengalaman dan kapasitas saya sebagai musisi," kata Glenn kepada media pada 7 April 2015.

Hal itu berlanjut ke film Filosofi Kopi 2. Ia kembali dipercaya sebagai produser musik lagu tema film yang dirilis pada 2017 itu. Kala itu, ia melibatkan musisi baru dari luar Jakarta. Sehingga, lagu tema tersebut menjadi anthem kopi Indonesia yang menggambarkan persahabatan dan kehidupan.
Glenn Fredly berperan sebagai produser lagu tema kedua film Filosofi Kopi. (Foto: CNNIndonesia/Safir Makki)
Selain itu, Glenn juga pernah didaulat menjadi produser eksekutif film Surat dari Praha. Film romantis karya sutradara Angga Dwimas Sasongko itu disebut menjadi retrospektif musisi asal Ambon tersebut selama 20 tahun berkecimpung di dunia musik.

Film tersebut juga merupakan hasil kolaborasi Angga selaku sutradara bersama Chicco Jerikho yang debut menjadi produser bersama Glenn Fredly dalam menginterpretasi lagu-lagu Glenn.

Selain memberikan empat lagu tema, Glenn juga turut terlibat dalam pemilihan pemeran film ini. Waktu itu ia akhirnya turut memilih Tio Pakusadewo dan Julie Estelle karena menilai keduanya memiliki sisi musikal.

"Kekuatan film ini adalah bagaimana Angga menerjemahkan lagu saya. Ini menjadi suguhan yang baru," kata Glenn kala itu.

Selamat jalan, Glenn Fredly. (chri/rea)

[Gambas:Video CNN]