FOTO: Gema Suara dan Falsafah Glenn Fredly

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 09/04/2020 14:25 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Glenn Fredly mengembuskan napas terakhir, Rabu (8/4). Selama hidup, Glenn dikenal vokal tak hanya di bidang musik, tapi juga HAM hingga politik.

Penyanyi Glenn Fredly meninggal dunia pada Rabu (8/4). Pria dengan nama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo ini lahir pada 30 September 1975.
Pria kelahiran Jakarta ini mengawali kariernya dengan menjadi vokalis Funk Section. Namun ini tak bertahan lama, tiga tahun kemudian dia memutuskan untuk bersolo karier dan meluncurkan album pertamanya.
Hit pertama yang melambungkan namanya adalah Cukup Sudah. Dalam album Glenn ini dia juga mengeluarkan hit berjudul Kau dan Mobil Mama yang tren di Malaysia.
Sukses dengan album perdananya, tahun 2000 dia meluncurkan album Kembali. Di album ini lagu hit yang membuatnya makin terkenal adalah Kasih Putih.
Glenn Fredly meluncurkan album ketiganya dengan judul Selamat Pagi, Dunia pada 2003. Album ini adalah 'pemuas karier dan pembuktian kemampuan Glenn di dunia musik.
Sampai saat ini Glenn pun dikenal dan identik dengan lagu-lagu dan lirik yang romantis. Meski dalam karya-karyanya dia juga kerap membuat berbagai lagu bertempo cepat, namun kebanyakan bertema cinta seperti Hikayat Cinta, You Are My Everything. 
Dunia musik pun juga diramaikan dengan kehadiran Glenn dan dua sahabatnya Sandy Sondhoro dan Tompi yang tergabung dalam Trio Lestari pada 2011 lalu.
Semasa hidupnya Glenn juga aktif menyuarakan berbagai hal yang berkaitan dengan kemanusiaan, politik termasuk soal perdamaian Papua, dan kebudayaan khususnya musik dan kesejahterannya. 
Pria yang identik dengan tampilan bertopi yang sekaligus Ketua Komite KAMI menilai kesejahteraan para pelaku dunia hiburan selayaknya mendapat perhatian tersendiri. Ia mengingatkan bahwa yang dimaksud dengan pelaku tak semata hanya penyanyi.
Glenn Fredly bersama Ebiet G. Ade juga pernah meraih penghargaan Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi (AKPM) pada 2018 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.