Taylor Swift Sebut Trump 'Menyulut' Api Supremasi Kulit Putih

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 30/05/2020 17:10 WIB
BEVERLY HILLS, CALIFORNIA - JANUARY 05: Taylor Swift attends the 77th Annual Golden Globe Awards at The Beverly Hilton Hotel on January 05, 2020 in Beverly Hills, California.   Frazer Harrison/Getty Images/AFP Penyanyi Taylor Swift menyerang cuitan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui akun media sosialnya. (Frazer Harrison/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyanyi Taylor Swift menyerang cuitan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui akun media sosialnya. Cuitan Swift ini terjadi setelah Trump mengunggah tulisan bahwa polisi mungkin menembak pemrotes karena pembunuhan George Floyd oleh polisi Minneapolis.

"Setelah menyulut api supremasi kulit putih dan rasisme dalam pemerintahan Anda, Anda punya keberanian untuk berpura-pura punya superioritas moral sebelum mengancam dengan kekerasan?" tulis Swift dalam akun Twitter dengan 86 juta pengikut.

Dia mengutip cuitan kontroversial Trump yang bertuliskan, "Ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai." Swift mencuitkan, "Kami akan memilih Anda untuk keluar pada bulan November."




Mengutip AFP, Trump memicu kontroversi dengan unggahannya terkait aksi protes anti polisi di Minneapolis dengan menyebut mereka sebagai THUGS dan memperingatkan soal intervensi militer.


Ratusan tentara dikerahkan ke jalan-jalan Minneapolis dan St. Paul pada hari Jumat setelah aksi protes atas kebrutalan polisi terhadap Afrika-Amerika.

Para demonstran marah atas kematian George Floyd, 46, setelah diborgol di tanah dan ditahan oleh polisi Minneapolis pada hari Senin. Dia meninggal setelah seorang petugas menekan leher Floyd dengan lututnya selama lebih dari lima menit. (chs)

[Gambas:Video CNN]