Jubir Kerajaan Inggris Tepis Gosip Kate dan Meghan Bertengkar

CNN Indonesia | Minggu, 31/05/2020 08:25 WIB
Britain's Prince William and his wife Catherine, Duchess of Cambridge attend a paving stone ceremony for Victoria Cross recepients at the Manchester Cenotaph in Manchester on October 14, 2016.  / AFP PHOTO / POOL / DARREN STAPLES Pangeran William dan Kate Middleton. (AFP PHOTO / POOL / DARREN STAPLES)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perwakilan dari Kerajaan Inggris untuk Kate Middleton, Elle, merespon artikel yang diterbitkan majalah Tatler tentang istri dari Pangeran William itu.

Artikel tersebut mengklaim bahwa Kate menerima beban berat dari kerajaan setelah Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle keluar dan pindah ke Los Angeles, Amerika Serikat.

Ketiga anak Kate dan William, lanjut artikel tersebut, juga menjadi korban atas "drama" Kerajaan Inggris itu.


"Kisah [dalam artikel] ini berisi sejumlah ketidakakuratan dan kesalahan penyajian yang tidak dikonfirmasi ke Istana Kensington sebelum dipublikasikan," ungkap Elle seperti dikutip Express, Minggu (31/5).

Padahal perwakilan istana termasuk jarang merespon pemberitaan seperti ini tentang anggota kerajaan secara resmi.

Menjawab respons tersebut, Pemimpin Redaksi Tatler, Richard Dennen berkeras bahwa laporan itu berdasarkan sumber terpercaya.

Ia juga mengelak tidak mengonfirmasi pihak kerajaan sebelum memuat artikel.

"Istana Kensington tahu kami akan memuat sampul dengan wajah Catherine beberapa bulan yang lalu, dan kami meminta mereka untuk bekerja sama untuk itu," tuturnya.

Seorang ahli kerajaan kepada Express menyatakan seiring dengan perginya Meghan dan restriksi kegiatan karena virus corona, Kate terpaksa menerima beban pekerjaan yang lebih berat.

Dalam artikel Tatler juga dinyatakan ada perselisihan antara Kate dan Meghan karena perkara stoking yang harus dipakai anak perempuan Kate, Charlotte, dalam pernikahan Meghan.

Pakar kerajaan Victoria Arbiter menyatakan stoking merupakan aturan yang dituntut Ratu Elizabeth terhadap seluruh wanita di kerajaan.

"Tidak pernah melihat [wanita] kerajaan tanpa stoking mereka," jelasnya.

Sebelumnya, Pangeran Harry dan Meghan memutuskan keluar dari kerajaan dan pindah ke luar Inggris pada 31 Maret lalu.

Alasan keduanya ingin keluar kerajaan karena ingin bekerja.

Mulanya mereka merapat ke Kanada, kemudian Los Angeles, Amerika Serikat.

Belakangan dikabarkan Harry dan Meghan mulai mempertimbangkan New York sebagai pelabuhan selanjutnya.

(fey/ard)

[Gambas:Video CNN]