Jadi Orang Tua, Pangeran William Teringat Sosok Putri Diana

CNN Indonesia | Senin, 25/05/2020 14:04 WIB
(FILES) Princess Diana (L), Prince Harry, (C) and Prince William (R) gather for the commemorations of VJ Day, 19 August 1995, in London. Prince William turned 25 Thursday 21 June 2007, and in doing so became entitled to part of the multi-million pound (euro, dollar) inheritance left to him by his late mother, princess Diana. The second in line to the throne is now allowed access to the income accrued on the 6.5 million pounds he was left in his mother's will after she died 10 years ago in a car crash in Paris. AFP PHOTO/JOHNNY EGGITT/FILES (Photo by JOHNNY EGGITT / AFP FILES / AFP) Putri Diana bersama Pangeran Harry dan Pangeran William semasa kecil. (AFP PHOTO/JOHNNY EGGITT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pangeran William baru-baru ini membuka diri bahwa peran sebagai ayah dari ketiga anaknya bersama Kate Middleton yakni Pangeran George, Putri Charlotte dan Pangeran Louis, merupakan anugerah sekaligus hal menakutkan dalam hidupnya.

Dalam dokumenter baru bertajuk "Football" yang juga menampilkan mantan pesepak bola Marvin Sordell, ia juga mengatakan bahwa menjadi ayah turut membawa kenangan dan luka lama akan wafatnya sang ibu, Putri Diana.

"Saya menjadi ayah untuk pertama kali pada 2017 dan itu adalah masa tersulit dalam hidup saya," kata Sordell yang langsung ditimpali oleh William, "Saya merasa itu sangat, sangat sulit."


Bintang sepak bola itu kemudian menjelaskan bahwa tumbuh besar tanpa sosok ayah memengaruhinya dirinya kala menjadi orang tua pertama kali.

"Saya benar-benar berjuang secara emosional pada waktu itu," ungkapnya, dikutip dari E!News.

Ketika ditanya bagaimana menghadapi tekanan menjadi ayah dan mengatasi kesehatan mentalnya, Pangeran William lantas membuka diri.

"Saya bisa memahami apa yang kamu katakan. Memiliki anak adalah momen yang mengubah hidup terbesar, sungguh," kata Duke of Cambridge.

Dia menambahkan, "Saya setuju denganmu dan berpikir ketika kamu telah melalui sesuatu yang traumatis dalam hidup - ayahmu telah tiada, sementara ibuku sekarat ketika aku masih muda - emosimu kembali dengan cepat."

Lebih lanjut, William pun menunjukkan bahwa memiliki anak adalah "fase yang berbeda dalam hidup," sehingga ketika kehilangan seseorang atau tidak memiliki seseorang yang dekat menjadikan itu hal menantang.

"Tidak ada orang yang bisa membantumu. Saya kadang-kadang merasa itu beban yang sangat luar biasa. Saya dan Catherine, kami saling mendukung dan melewati saat-saat bersama. Kami berevolusi dan belajar bersama," lanjut pria berusia 37 tahun itu.

William pun menegaskan kepada Sordel bahwa dirinya juga melalui yang sama seperti dirinya ketika berurusan dengan peran sebagai seorang ayah.

"Secara emosional, hal-hal yang muncul tiba-tiba adalah hal yang tidak pernah Anda harapkan atau yang mungkin Anda pikir sudah pernah Anda tangani. Ini adalah salah satu momen paling menakjubkan dalam hidup. tapi itu juga salah satu yang paling menakutkan," kata William.

Film dokumenter William bersama Sordell akan mengudara pada 28 Mei mendatang di Inggris.

(agn/ard)

[Gambas:Video CNN]