Kreator Peaky Blinders Menyesal 'Bunuh' Tiga Karakter

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 17:14 WIB
Peaky Blinders Ilustrasi Peaky Blinders. (Dok. Caryn Mandabach Productions via IMDB)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kreator serial Peaky Blinders, Steven Knight, mengungkapkan penyesalan membunuh tiga karakter dalam serial tersebut, termasuk Aberama Gold.

"Saya seharusnya membuat (Aberama Gold) tetap hidup. Saya bisa saja melukainya," kata Knight saat menonton episode final musim pertama serial tersebut bersama Esquire.

Dalam serial itu, karakter Aberama Gold diperankan oleh Aidan Gillen. Ia merupakan sekutu dari karakter utama yang bernama Thomas Shelby (Cillian Murphy).


Aberama selalu siap menjalankan misi yang diberikan Thomas, terutama untuk membunuh orang demi melancarkan usaha perusahaan Shelby Company Limited.

"Kemudian Barney Thompson (Cosmo Jarvis) yang brilian dan saya sangat berharap bisa membuatnya tetap hidup karena dia aktor yang baik," kata Knight.

Thompson juga merupakan teman Thomas yang punya kelainan mental. Thomas mengenalnya saat berjuang bersama dalam perang dunia pertama.

Sebelum mengalami kelainan mental, Thompson merupakan seorang penambak jitu. Thomas mengeluarkannya dari rumah sakit jiwa untuk menambak seseorang.

"Satu lagi adalah Malacki Byrne yang diperankan Tom Vaughan-Lawlor. Perannya kecil, tapi dia berhasil tampil dan brilian," kata Knight.

Ia melanjutkan, "Namun terkadang, kalian harus melakukannya karena cerita harus berlanjut dan jelas ada karakter yang harus mati."

Lebih lanjut, ia juga mengisahkan proses di balik kematian salah satu karakter utama bernama Major Campbell yang diperankan Sam Neil. Knight sempat gundah sampai akhirnya sepakat untuk membunuh Campbell.

[Gambas:Youtube]

Secara keseluruhan, serial ini berkisah mengenai Peaky Blinders, geng mafia yang tumbuh di Birmingham, Inggris, pada medio 1890-an.

Dipimpin oleh Keluarga Shelby, Peaky Blinders memang pernah benar-benar merajai Birmingham di era peralihan dari Perang Dunia I menjelang PD II.

Dalam versi serial, Thomas bukan hanya memimpin gangster, tapi juga tampil di panggung politik dan memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pemerintahan Inggris.

Produksi musim keenam Peaky Blinders sudah dimulai awal tahun ini, tapi terpaksa ditunda karena wabah virus corona melanda dunia. (adp/has)