Kisah Penuh Amarah Rapper AS Ditahan saat Demo George Floyd

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 14:00 WIB
MIAMI BEACH, FL - OCTOBER 06: Rapper Chika attends the BET Hip Hop Awards 2018 at Fillmore Miami Beach on October 6, 2018 in Miami Beach, Florida.   Paras Griffin/Getty Images for BET/AFP Seorang rapper AS membeberkan kisah yang memicu amarahnya saat ditahan pihak kepolisian kala mengikuti demonstrasi untuk menuntut keadilan bagi George Floyd. (AFP/Paras Griffin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang rapper Amerika Serikat dengan nama panggung Chika membeberkan kisah yang memicu amarahnya saat ditahan pihak kepolisian kala mengikuti demonstrasi untuk menuntut keadilan bagi George Floyd.

Kisah Chika ini menarik perhatian banyak orang kareena sang rapper sempat mengunggah sejumlah video yang menunjukkan ekskalasi suasana di tengah demonstrasi di Los Angeles pada akhir pekan lalu, mulai dari unjuk rasa damai hingga ia ditahan selama tujuh jam tanpa diizinkan makan dan minum.

Melalui video panjang lainnya di Instagram, Chika akhirnya buka suara setelah dibebaskan. Di awal video itu, Chika menjelaskan bahwa semua demonstran sangat kooperatif dan mengikuti semua arahan polisi di lapangan.


[Gambas:Instagram]

Hingga satu saat, sejumlah aparat membubarkan demonstrasi karena ada orang yang membakar mobil polisi.

"Karena seseorang membakar mobil itu, kalian semua harus pulang," ujar Chika meniru omongan polisi saat itu.

Chika sendiri yakin mobil itu dibakar oleh penganut supremasi kulit putih yang menyusup, terbukti dari tangkapan video di Instagram-nya. Ia pun sempat menolak membubarkan diri.

"Dengan logika seperti itu, jika seorang polisi membunuh seseorang, kalian bilang bukan berarti semua polisi jahat. Kalian ingin kami percaya itu, bukan? Jadi, jika ada satu orang melakukan pembakaran, dan ada 10 ribu orang di sini, bagaimana bisa semuanya dinyatakan tak sesuai hukum?" kata Chika kepada polisi itu.

Meski sempat berdebat, Chika tetap mengikuti instruksi polisi. Saat sedang membubarkan diri, Chika mendengar polisi di dekatnya menyuruh temannya untuk menangkap satu perempuan yang terlihat merekam suasana sekitar menggunakan ponsel.

Perempuan itu ternyata manajer Chika. Ia pun langsung berlari dan membela sang manajer dan mengatakan bahwa mereka sudah membubarkan diri. Tak ada alasan untuk menangkap manajernya.

Namun, polisi itu tak mau tahu dan malah memboyong serta Chika ke dalam mobil tahanan. Tangan Chika diikat dengan tali plastik keras hingga membengkak.

Di dalam mobil itu, para demonstran ditahan dalam satu ruangan tanpa masker, padahal wabah Covid-19 masih terus merajalela.

Sesampainya di tahanan, Chika mengaku diperlakukan dengan tidak baik. Ditahan selama tujuh jam, Chika dan demonstran lainnya tak diizinkan ke toilet, bahkan makan dan minum.

Menyimpulkan kisahnya, Chika menuliskan, "Hari ini bukan kericuhan. Hari ini sangat damai sampai akhirnya polisi mulai memukuli dan menargetkan demonstran." (has/has)