YG Entertainment Konfirmasi Lisa BLACKPINK Ditipu Eks Manajer

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 16:01 WIB
Lisa BLACKPINK
dok. YG Entertainment via YouTube YG Entertainment mengonfirmasi Lisa BLACKPINK menjadi korban penipuan oleh mantan manajernya dengan kerugian hingga 1 miliar won atau sekitar Rp11,800 miliar. (Dok. YG Entertainment via YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia -- YG Entertainment mengonfirmasi Lisa BLACKPINK menjadi korban penipuan oleh mantan manajernya dengan kerugian hingga 1 miliar won atau sekitar Rp11,800 miliar.

"Kami mengonfirmasi Lisa menjadi korban penipuan manajer. Lisa ingin menyelesaikan permasalahan ini dengan damai," demikian pernyataan resmi YG Entertainment.

Dalam keterangan tersebut, YG Entertainment menyatakan keinginan damai karena manajer itu merupakan salah satu orang yang dipercaya Lisa BLACKPINK.


Selain itu, manajer itu juga sudah mengembalikan sejumlah dana yang diambil dari Lisa. Ia juga keluar dari perusahaan setelah setuju mengembalikan keuangan Lisa secara penuh.

"Kami meminta maaf karena permasalahan ini dan membuat fan khawatir. Kami berupaya supaya kasus serupa tak terjadi kembali," tulis YG Entertainment seperti dilansir Ilgan Sports via Naver.

Permasalahan ini pertama kali terungkap melalui pemberitaan media lokal, Market News. Dalam pemberitaan itu, sang manajer disebut sebagai orang yang sangat diandalkan dan dipercaya Lisa BLACKPINK sejak baru debut.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, member BLACKPINK lainnya dan YG Entertainment juga sangat percaya pada manajer tersebut. Orang-orang terdekat Lisa dan agensi pun tak mengetahui dan menyangka manajer itu bisa menipu Lisa.

Sang manajer diberitakan menggunakan kepercayaan Lisa dan meminta bantuan dana untuk investasi perumahan. Namun, uang itu malah digunakan untuk judi.

"Lisa merupakan member yang berasal dari luar negeri. Ia selalu sendiri di Korea sejak kecil sehingga sangat rentan dengan hal-hal seperti ini. Sangat disayangkan hal ini terjadi karena bisa merusak citra manajemen Korea," kata salah satu sumber seperti dilansir Market News. (chri/has)