Dukungan hingga Fancam, Reaksi Dunia K-Pop atas George Floyd

CNN Indonesia | Selasa, 02/06/2020 23:12 WIB
Protesters march through downtown Sacramento, Calif. in memory of George Floyd, Monday, June 1, 2020. Sacramento City officials placed a curfew starting 8 p.m. Monday night until 5 p.m. Tuesday in hope of preventing late-night violence that has seen nearly two-thirds of the properties in Sacramento's downtown business district damaged over the weekend. The protests are over the death of Floyd, a black man who died after being restrained by Minneapolis police officers Memorial Day. (AP Photo/Rich Pedroncelli) Ilustrasi. Dunia K-Pop ikut bersuara terkait kasus George Floyd dan gerakan Black Lives Matter, mulai dari dukungan, donasi, hingga aksi fancam yang memenuhi media sosial. (AP/Rich Pedroncelli)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bukan hanya publik Amerika Serikat yang bereaksi atas kasus tewas George Floyd. Dunia K-Pop pun ikut bereaksi, mulai dari dukungan dan donasi dari para idol, hingga hujan fancam atau penggalan video aksi konser para musisi Korea.

Para idol Korea sebelumnya banyak buka suara memberikan dukungan gerakan Black Lives Matter dan penegakan hukum atas kematian George Floyd yang tewas setelah lehernya diinjak oleh oknum polisi Amerika Serikat.

Mark Tuan GOT7 menjadi salah satu yang turut bersuara. Lewat kicauan di Twitter, ia berpesan supaya para pedemo yang di jalan tetap kuat dan aman. Tak hanya itu, ia juga mengunggah dukungan berupa donasi US$7 ribu atau sekitar Rp101 juta (US$1= Rp14,4 ribu).




Jae DAY6 turut menyuarakan dukungan terhadap gerakan Black Lives Matter sekaligus donasi melalui Minnesota Freedom Fund. Sementara itu, Eric Nam dan Holland mengajak para penggemar untuk mengisi petisi.

Dukungan juga disuarakan banyak idol dan musisi Korea melalui media sosial masing-masing, seperti Crush, Johnny NCT, Drunken Tiger, Loco, Nancy, Ahin dan JooE MOMOLAND.

"Banyak musisi dan orang-orang di dunia yang terinspirasi dari budaya dan seni orang kulit hitam, termasuk saya. Kita wajib menghormati semua ras," tulis Crush.

[Gambas:Instagram]

"Semoga semua orang selamat. Saya peduli dengan kalian," tulis Johnny.

[Gambas:Instagram]

Tak hanya artis, para penggemar juga turut bergerak seperti beberapa fan BLACKPINK atau yang kerap disapa BLINK meminta penggemar di seluruh dunia tidak mempopulerkan #SourCandy, lagu terbaru Lady Gaga bersama BLACKPINK.

Permintaan itu disampaikan supaya gerakan #BlackLivesMatter terus terlihat dan diketahui banyak orang di dunia.

Hal serupa juga dilakukan fan BTS atau yang akrab disapa ARMY. Mereka menggaungkan dua tagar sekaligus yakni #BlackLivesMatter dan #WeLoveYouBlackArmy.

'Hujan' Fancam

Di tengah banjir dukungan tersebut, para penggemar K-Pop juga membanjiri komentar unggahan Kepolisian Dallas, Minggu (31/5) yang berisi pengumuman terkait aplikasi iWatch Dallas. Aplikasi tersebut diluncurkan oleh Kepolisian Dallas dengan maksud menampung laporan aktivitas ilegal di tengah aksi.

Namun bukan laporan yang diterima oleh Kepolisian Dallas, melainkan banyak video fancam atau penggalan cuplikan aksi idol K-Pop yang kerap digunakan penggemar untuk saling berinteraksi di media sosial.

Bukan hanya video fancam, beragam meme dan percakapan yang tidak selaras dengan pengumuman Kepolisian Dallas juga ramai memenuhi komentar.











'Hujan' komentar berisi meme dan fancam ini ditanggapi beragam. Sebagian pihak kecewa dengan 'hujan' fancam ini karena menilai hal tersebut bisa membuat polisi sulit mengidentifikasi pelaku tindakan ilegal.

Komentar berupa fancam selama ini kerap jadi perdebatan karena seringkali tidak berkaitan dengan topik yang sedang dibicarakan di media sosial Twitter.

Namun sebagian pihak lainnya menilai aksi para penggemar yang sebagian besar merupakan pencinta musik K-Pop tersebut sebagai bagian dari dukungan mereka atas gerakan Black Lives Matter.

'Hujan' fancam itu dinilai sebagai aksi penggemar K-Pop melindungi peserta aksi menjadi target pencarian polisi.

Bukan hanya menghujani kolom komentar dengan fancam dan meme, hujan rating bintang satu juga membanjiri aplikasi dari Kepolisian Dallas tersebut di Google Play. Komentar tagar Black Lives Matter juga menemani dari hujan bintang satu tersebut, dikutip dari The Verge.

Media Korea Herald menyebut, sehari setelah mengunggah pengumuman soal aplikasi iWatch Dallas, Kepolisian setempat menyatakan platform tersebut tak bisa diakses sementara karena kesalahan teknis. (chri/end)