Hollywood Siapkan Protokol Keamanan Syuting kala Corona

CNN Indonesia | Rabu, 03/06/2020 12:32 WIB
Video cameras on the set, backstage of the movie scene, operator hands Hollywood tengah menyiapkan cetak biru protokol keamanan syuting di new normal kala pandemi, salah satunya kewajiban penggunaan APD untuk aktor. (Istockphoto/Dmitry SHISHKIN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Industri perfilman di Hollywood menyiapkan cetak biru berisi protokol melanjutkan produksi di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya adalah uji kesehatan berkala terhadap para pemain dan kru demi mengurangi risiko penyebaran virus corona.

Selain itu, cetak biru itu juga berisikan lusinan rekomendasi terkait aturan jaga jarak seperti membatasi kontak tatap muka dengan orang lain sebagai cara terbaik mengurangi penyebaran Covid-19.

"Pemain dan kru harus berlatih menjaga jarak fisik jika memungkinkan. Jarak fisik setidaknya 1,8 meter dari orang lain. Pemain dan kru harus menghindari berkumpul. Harus memisahkan tempat syuting menjadi beberapa tempat," isi rekomendasi itu.


Rekomendasi lainnya adalah penggunaan alat pelindung diri bagi para aktor. Jumlah kru yang terlibat di sekitar pemain juga harus seminimal mungkin.

"Apabila satu artis membutuhkan kru lebih dari satu maka harus mematuhi persyaratan APD. Para kru juga harus langsung mencuci tangan setelah bertugas," tulis rekomendasi lainnya.

Kemudian, setiap kru dan pemain harus selalu memantau gejala dan kondisi kesehatan dan melaporkannya setiap hari sebelum tiba di lokasi kerja. Kru juga pemain bahkan dilarang masuk lokasi apabila menunjukkan gejala Covid-19.

Melansir Variety, pemeriksaan bakal dilakukan petugas kesehatan spesialis Covid-19. Petugas terlatih tersebut juga akan berjaga di sekitar lokasi syuting.

Cetak biru berisi protokol dan rekomendasi itu merupakan hasil pemikiran Gugus Tugas Komite Keselamatan Kerja Manajemen Industri yang terdiri dari perusahaan serta serikat pekerja.

Protokol 22 halaman itu dikirimkan ke kantor Gubernur New York Andrew Cuomo, Gubernur California Gavin Newsom, dan Departemen Kesehatan Masyarakat Los Angeles pada Senin (1/6) waktu Amerika Serikat. (chri/end)

[Gambas:Video CNN]