Kritik Donald Trump, 'The Rock' Ditantang Petarung UFC

CNN Indonesia | Rabu, 10/06/2020 06:47 WIB
HOLLYWOOD, CALIFORNIA - JULY 13: Dwayne Johnson arrives at the premiere of Universal Pictures' Dwayne Johnson ditantang oleh petarung UFC, Tito Ortiz, karena mengkritik Donald Trump di tengah demonstrasi besar-besaran di AS setelah kematian George Floyd. (Kevin Winter/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dwayne Johnson ditantang oleh petarung UFC, Tito Ortiz, karena mengkritik dan mempertanyakan keberadaan Presiden Donald Trump kala demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat setelah kematian George Floyd.

Sebagai pendukung Trump, Ortiz menganggap sang aktor yang pernah ikut serta dalam program gulat WWF dengan nama panggung The Rock itu sangat munafik.

"Ya, beberapa hari lalu--kalian tahu saya penggemar berat The Rock, Dwayne Johnson-- dia berkata, 'Di mana presiden kami?' atau 'Di mana dia?' Kau tahu Dwayne, [giliran saya bertanya] di mana kau untuk kotamu?" kata Ortiz lewat unggahan video di Twitter.


"Saya berdiri di sana selama sembilan jam untuk kota saya untuk mempertahankannya. Lalu di mana dirimu untuk kotamu?"

Ortiz lantas menantang Johnson untuk menunjukkan diri langsung dan menenangkan kerusuhan yang terjadi.

"Saya menantangmu keluar. Kalian semua selebritas, saya memanggil kalian semua. Kalian membiarkan mereka menghancurkan kotamu? Memalukan. Kami melihat bahwa kalian adalah bagian dari satu agenda. Dan agendanya bukan mengurus negara ini," katanya.



Pada Kamis (4/6) lalu, Johnson sendiri sudah menyatakan dukungan terhadap gerakan Black Lives Matter yang kembali merebak usai kematian George Floyd. Ia pun menentang sikap Trump yang tampak kabur dari tanggung jawabnya sebagai pemimpin negara.

"Di mana kamu berada? Di manakah pemimpin kami pada waktu seperti ini, ketika negara kita lumpuh dan terjatuh, memohon, menyakiti, marah, frustasi, kesakitan, dan hanya ingin didengar?" katanya lewat sebuah unggahan video.

Dia menambahkan "Di mana pemimpin kami yang welas asih, yang akan turun tangan untuk negara yang sedang terjatuh, mengulurkan tangannya sambil berkata, 'Berdirilah denganku karena aku memilikimu, mendengarmu. Kalian bisa memegang kata-kata saya bahwa saya akan melakukan segalanya dengan kekuatan saya, sampai maut saya datang, napas terakhir saya, menciptakan perubahan dan kesetaraan karena hidup kulit hitam berarti.'"

(agn/has)