OBITUARI

Benny Likumahuwa, Sosok Cemerlang di Balik The Rollies

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 09/06/2020 12:35 WIB
Penampilan musisi senior Benny Likumahuwa menghibur penontor pada hari ketiga pagelaran musik Kepergian Benny Likumahuwa, Selasa (9/6), menjadi duka bagi musik Indonesia karena bakatnya yang cemerlang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musisi senior Benny Likumahuwa meninggal dunia, Selasa (9/6). Kepergiannya menjadi duka bagi musik Indonesia karena sosok Benny dikenal sebagai legenda musik, terutama jazz, dengan bakatnya yang cemerlang.

Lahir di Kediri, 18 Juni 1946, Benny Likumahuwa merupakan sosok musisi yang mampu memainkan banyak instrumen, mulai dari bass, gitar, piano, trombone, flute, hingga klarinet.

Meski lahir di pulau Jawa, pria berdarah Maluku tersebut pernah tinggal di Ambon pada dekade '60-an. Namun ia meninggalkan kota musik Indonesia itu pada 1965 dan bermukim di Bandung.


Setahun menetap di Bandung, Benny Likumahuwa bergabung dengan kelompok Crescendo. Kemudian pada 1968, ia diajak masuk dalam band rock The Rollies setelah band itu nekat terbang ke Singapura usai tiga bulan terbentuk, kemudian rekaman, dan merilis album di negara-kota tersebut.

Tapi kehadiran Benny Likumahuwa diakui menambah kekayaan musik The Rollies.

Melalui instrumen tiup, Benny menjadi 'guru' bagi anggota band tersebut lainnya, mulai dari Deddy Stanzah sang pendiri, hingga Delly Djoko Alipin,Tengku Zulfiyan Iskandfar, Iwan Krisnawan, Bangun Sugito (Gito Rollies) serta Bonnie Nurdaya.

Peran Benny menjadi 'guru' karena The Rollies ia sebut tak tahu membaca nada.

"[Tapi] personel The Rollies punya kemauan keras. Saat itu seolah-olah saya suap mereka, sampai mereka bisa menangkap [musik] dan muncul seperti itu," kata Benny bercerita pada Maret 2018.

Dengan kemampuan musik yang semakin matang, pada 1969 The Rollies kembali ke Singapura untuk merekam album kedua. Judulnya Halo Bandung. Sudah ada Benny di dalamnya.

Sama seperti album pertama, album itu laris manis, bahkan sampai ke Malaysia, Thailand dan Jepang. Sejak itu, The Rollies mendapat label sebagai band pertama yang merekam lagu di Singapura. Secara konsisten nama mereka naik di kancah musik Indonesia.

Musisi Benny Likumahua membawakan lagu-lagu hits dalam Melalui instrumen tiup, Benny menjadi 'guru' bagi The Rollies. (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)

Mendiang jurnalis musik Denny Sakrie dalam tulisannya menyebut bahwa kemampuan Benny Likumahuwa dalam mengaransemen musik meninggalkan jejak mendalam pada corak musik The Rollies.

The Rollies kemudian dikenal luas sebagai "jazz-rock band dengan dominasi horn section seperti Chicago maupun Blood Sweat and Tears," papar Denny Sakrie dalam blognya.

Bersama Benny, The Rollies sukses dan berhasil merilis sejumlah album, seperti Let's Start Again (1971), Bad News (1972) dan Sign of Love (1973). Album Let's Start Again dan Bad News digarap di bawah naungan Remaco, sedangkan album Sign of Love digarap di bawah naungan Purnama Records.

Kecemerlangan Benny Likumahuwa menarik minat musisi lainnya.

Penampilan musisi senior Benny Likumahuwa bersama putranya  Barry Likumahuwa menghibur penontor pada hari ketiga pagelaran musik Penampilan musisi senior Benny Likumahuwa bersama putranya Barry Likumahuwa menghibur penontor pada hari ketiga pagelaran musik "Jakarta International Java Jazz Festival 2015", Jakarta, Minggu, 8 Maret 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Sepanjang hidup, Benny Likumahuwa tercatat pernah ikut bergabung dengan beragam kelompok musik, seperti The Indonesian All Stars dan Jack Lesmana Combo, kemudian Abadi Soesman Jazz Band, Ireng Maulana All Stars.

Ia juga membentuk kelompok musik sendiri bernama Benny Likumahuwa Jazz Connection.

"Jika Anda belum mengenal sosok Benny Likumahuwa dalam khazanah musik jazz, maka menyimak album Rekam Jejak Vol.1 Benny Likuamhuwa ini seperti sebuah risalah yang mengetengahkan perjalanan musiknya dari era '60-an hingga saat sekarang ini," kata Denny Sakrie dalam blognya.

Hingga The Rollies kemudian perlahan redup karena zaman, Benny Likumahuwa tetap menjadi sosok yang penting bagi band legendaris tersebut.

Benny Likumahuwa bahkan pernah tampil dalam aksi penghormatan bersama The Rollies di Java Jazz Festival 2018 lalu. Meski sudah tak muda, mereka masih bisa enerjik dan menampilkan karya yang pernah jadi jejak kecemerlangan musik Indonesia.

Kini Benny Likumahuwa telah pergi dengan tenang, meninggalkan warisan jejak musik yang abadi untuk para pencinta musik Indonesia. Selamat jalan, Benny.

[Gambas:Video CNN]

(end)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK