Brendon Urie Murka Trump Pakai Lagu P!ATD di Kampanye

CNN Indonesia | Kamis, 25/06/2020 13:08 WIB
Vocalist Brendon Urie of Panic! at the Disco performs during the annual Clive Davis pre-Grammy gala at the Beverly Hilton Hotel on February 11, 2017.
The annual Clive Davis pre-Grammy gala, presented in association with the Recording Academy, is among the most coveted invitations on the eve of The Grammy's gala.  / AFP PHOTO / Frederic J. BROWN Brendon Urie murka ketika mengetahui lagu Panic! At The Disco digunakan oleh Donald Trump dalam kampanyenya di Phoenix, Arizona. (AFP Photo/Frederic J. Brown)
Jakarta, CNN Indonesia --

Brendon Urie murka ketika mengetahui lagu Panic! At The Disco, High Hopes, digunakan oleh Presiden AS sekaligus calon petahana Donald Trump dalam kampanyenya di Phoenix, Arizona.

"Teruntuk kampanye Trump, anc*k. Kau tidak dipersilakan. Berhenti memainkan lagu saya," tulis Urie sebelum menutupnya dengan pesan, "Tanpa terima kasih, Brendon Urie, Panic! At The Disco & perusahaan."




Lebih lanjut, Urie menegaskan kepada penggemar bahwa pemutaran lagunya di kampanye Trump tidak berarti apa pun.

"Teruntuk semua orang, Donald Trump tidak mewakili apa pun yang kami perjuangkan. Harapan tertinggi yang kita miliki adalah tidak memilih monster ini pada November nanti," kicaunya.



Urie menjadi salah satu musisi terbaru yang mengecam Trump karena menggunakan musik mereka di kampanye politiknya.

Pada akhir pekan lalu, keluarga Tom Petty memerintah agar kampanye Trump berhenti menggunakan lagu "I Won't Back Down" yang sempat diputar di Tulsa, Oklahoma. Mereka menyebut lagu tersebut digunakan tanpa izin.

"Tom menulis lagu ini untuk orang biasa, dan untuk SEMUA ORANG. Kami ingin memperjelas bahwa kami percaya setiap orang bebas untuk memilih yang mereka suka, berpikir apa yang mereka suka, namun keluarga Petty tak bisa memihak untuk hal ini," tulis pernyataan tersebut.

"Kami percaya pada Amerika dan kami percaya pada demokrasi. Namun Donald Trump tidak mewakili cita-cita luhur keduanya. Kami akan membenci bagi penggemar, yang dimarjinalkan oleh pemerintahan ini, berpikir bahwa kami terlibat dalam hal ini," lajutnya.

Sebelumnya, musisi seperti Neil Young, Elton John, Adele, The Rolling Stones, Rihanna dan lainnya menjadi beberapa artis yang telah mengecam penggunaan musik mereka oleh Trump untuk acara kampanye.

(agn/end)