Jasa TikTok di Balik Popularitas 365 Days dan Love Gaspar Noe

CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2020 15:50 WIB
Love karya Gaspar Noe Beberapa waktu terakhir, dua film erotis menjadi perbincangan: 365 Days dan Love karya Gaspar Noe, berkat viral di TikTok. (dok. Les Cinémas de la Zone/RT Features/Rectangle Productions via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dulu diabaikan kini disayang sepertinya merepresentasikan perasaan banyak warganet dunia, termasuk Indonesia, dan industri hiburan kepada TikTok saat ini.

Platform video asal China yang dulu sempat dipandang sebelah mata oleh warganet ini telah menjadi salah satu media promosi yang cukup efektif. Mulai dari produk makanan, skincare, perabotan, hingga musik, anime, dan film secara tak langsung dipromosikan di TikTok.

Beberapa hal menjadikan TikTok media promosi berpengaruh saat ini. Salah satunya adalah ramainya pengguna aktif TikTok.


Melansir PrioriData via hypebot, sejak dirilis pada 2017, TikTok memiliki 250 juta pengguna aktif hingga Mei 2020.

Tak hanya itu, sebagian besar pengguna aktif TikTok tersebut ialah generasi Z yang tidak hanya asyik menonton, tapi juga aktif membuat konten secara rutin.

Sederet konten menarik disajikan dalam waktu singkat dengan rata-rata 15-60 detik. Konten challenge atau tantangan termasuk yang paling sering dibuat banyak pengguna TikTok.

Salah satu yang sedang hit dalam beberapa bulan terakhir adalah meminta teman laki-laki atau pasangannya menirukan gaya Massimo Torricelli (Michele Morrone) dalam 365 Days mengatakan 'are you lost baby girl'.

Selain itu, beberapa pengguna juga 'memancing' rasa penasaran penonton lainnya dengan membuat konten-konten tersirat, seperti hanya mencantumkan 'adegan kapal' dalam video singkatnya.

Kedua hal viral itu perlahan tapi pasti membuat 365 Days (365 Dni) menjadi film terlaris dan paling banyak dicari di Netflix dalam beberapa waktu terakhir.

365 Days/ 365 DniTikTok perlahan tapi pasti membuat 365 Days (365 Dni) menjadi film terlaris dan paling banyak dicari di Netflix dalam beberapa waktu terakhir. (dok. Ekipa via imdb)

Padahal, film yang diadaptasi dari novel karya Blanka Lipinska itu sesungguhnya mendapat kritik pedas dari para pengulas film.

Di laman agregator Rotten Tomatoes, 365 Days mendapatkan rating 0 persen yang berarti tak ada satupun kritikus berbaik hati memberikan ulasan bagus bagi film ini.

Perolehan itu bahkan lebih rendah dari peraih Film Terburuk dalam Raspberry Awards yang menjadi inspirasi kisah ini, Fifty Shades of Grey yang mendapatkan rating 25 persen.

365 Days juga dianggap mengagungkan kekerasan seksual.

Namun, hal tersebut sepertinya tak mengurungkan niat banyak orang untuk menyaksikan sendiri film itu. Buktinya, 365 Days kini masih berada di posisi kedua konten yang populer dan paling banyak dicari di Netflix Indonesia.

Film itu bahkan sempat bertahan di posisi pertama dalam beberapa pekan sejak dirilis Netflix Indonesia pada Juni 2020.

Love dari Gaspar Noé

Habis 365 Days, terbit lah Love karya Gaspar Noé. Film art erotica asal Prancis tersebut menjadi bukti nyata lainnya atas kemampuan promosi Tiktok yang menjanjikan.

Berawal dari challenge merekam reaksi penonton kala menyaksikan lima menit pertama film, kini Love masuk Top 10 terpopuler Netflix di banyak negara, kecuali Indonesia.

Film itu sesungguhnya telah dirilis pada 2015 di layar lebar dan telah ada di Netflix sejak 2017. Rating yang ditorehkan pun hanya 39 persen di laman agregator Rotten Tomatoes.

Tetapi, 'berkat' TikTok, Love baru saat ini berhasil masuk daftar terpopuler bersama film dan serial terbaru Netflix lainnya. Film tersebut sepertinya akan bertahan di daftar tersebut dalam beberapa waktu mendatang.

[Gambas:Video CNN]



Melansir Variety, hal tersebut disebabkan lisensi penayangan Love di Netflix akan berakhir pada Agustus 2020.

Selain konten menarik dan singkat, TikTok juga memiliki sistem algoritma yang membuatnya menjadi salah satu media promosi menjanjikan.

Jika Instagram memiliki Explore, TikTok memiliki For Your Page (FYP). Banyak hal yang bisa dilihat pengguna di FYP selain dari akun-akun yang diikuti.

Konten-konten yang muncul di FYP masing-masing pengguna akan berbeda. Hal tersebut merupakan hasil kombinasi sejumlah hal, mulai dari kesukaan (interest) yang dipilih kala menjadi pengguna baru serta hal-hal yang kurang disukai.

[Gambas:Youtube]



Melansir laman resmi TikTok, mereka juga memperhatikan video-video yang sering disukai, dikomentari, ditonton atau dibagikan ke pengguna lainnya.

Selain itu, lama menyaksikan video juga menjadi salah satu perhitungan algoritma. TikTok akan merekomendasikan konten-konten yang serupa dengan video sebelumnya yang telah ditonton penuh dari awal hingga akhir.

Sehingga, sebagai contoh, apabila pengguna kerap menyaksikan konten terkait 365 Days, besar kemungkinan mereka akan mendapatkan banyak video terkait Love di FYP, dan begitu sebaliknya.

(chri/end)