Sinematografer Ungkap Rahasia Adegan Panas 365 Days

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 05:58 WIB
365 Days/ 365 Dni 365 Days menceritakan kehidupan Laura Biel, salah satu direktur penjualan sebuah hotel ternama di Warsawa, Polandia, yang diculik oleh Massimo Torricelli, mafia Italia. (dok. Ekipa via imdb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu yang menjadi perbincangan penonton usai menyaksikan film 365 Days (365 Dni) adalah gambar adegan yang lebih vulgar dan berani dibanding film erotis lainnya seperti Fifty Shades of Grey.

Sejumlah adegan intim digambarkan secara lebih vulgar dan eksploratif dibanding film serupa, namun tidak sampai secara gamblang dan masuk dalam kategori pornografi.

Sinematografer Bartek Cierlica mengungkap rahasia proses pengambilan adegan panas yang menjadi bahan pembicaraan banyak orang tersebut.


Ia mengatakan pada dasarnya tim produksi ingin penonton turut berpartisipasi dalam permainan yang hendak dicoba karakter Laura Biel (Anna-Maria Sieklucka) kepada Massimo Torricelli (Michele Morrone).

"Kami ingin kamera benar-benar tak terlihat untuk membiarkan mereka (Anna-Maria dan Michele) berakting. Sehingga, itu membutuhkan waktu yang sangat, sangat lama," kata Cierlica.

Ia mengatakan selalu berusaha menciptakan suasana seintim mungkin sebelum mengambil gambar bagi para aktor.

Oleh sebab itu, jumlah kru yang berada di lokasi syuting amat diminimalisir. Menurutnya, hal tersebut akan membuat para pemain bisa menampilkan hasrat mereka dengan alami dan indah.

365 Days / 365 DniSineas yang terlibat dalam 365 Days santai ketika sejumlah pihak menilai film tersebut tergolong rich porn, justru ia punya pandangannya sendiri. (dok. Next Films/Netflix via IMDb)

"Kami ingin adegan tersebut menjadi sangat indah. Kami ingin penonton mendengar bisikan, serta napas mereka," ucap Cierlica seperti dilansir Variety. "Tetap alami, otentik, tanpa melewati batas pornografi,"

Hal itu yang membuat Cierlica banyak berdiskusi dengan Barbara Bialowas dan Tomasz Mandes selaku sutradara. Mereka sepakat untuk benar-benar menuangkan yang terdapat di dalam buku ke layar lebar, tapi tidak juga membuat film porno.

Ia menyadari hal itu membuatnya sebagai sinematografer berada di posisi sulit dan 365 Days menjadi tantangan besar baginya, yakni menjadikan adegan itu menggoda dengan tetap berada dalam batasan dan estetika.

Kami ingin adegan tersebut menjadi sangat indah. Kami ingin penonton mendengar bisikan, serta napas mereka,Bartek Cierlica, Sinematografer 365 Days.

Beauty and the Beast Era Modern

Meski pihak sineas mengaku tak sampai membuat film ini masuk kategori pornografi, tak sedikit orang yang menilai 365 Days merupakan rich porn. Hal itu ditanggapi santai oleh Cierlica. Ia memiliki pandangan tersendiri terhadap film tersebut.

"Film itu berdasarkan dongeng untuk perempuan dewasa dan hasil interpretasi kisah Beauty and the Beast di era modern," ucap Cierlica.

365 Days menceritakan kehidupan Laura Biel, salah satu direktur penjualan sebuah hotel ternama di Warsawa, Polandia, yang diculik oleh Massimo Torricelli, mafia Italia. Laura tak menyadari bahwa Massimo telah menyukainya dari lima tahun lalu.

Dalam kesempatan itu, Massimo memberikan Laura waktu 365 hari untuk mencintainya. Cierlica pun mengakui jalan cerita film itu hampir serupa dengan Fifty Shades of Grey.

"Tapi tokoh perempuan di 365 Days lebih kuat dan lebih emansipasi daripada perempuan dalam dongeng-dongeng klasik," tuturnya.

Alih-alih mendapat dukungan dari perempuan, film 365 Days mendapat kritik keras karena dianggap mengagungkan kekerasan seksual.

Sejumlah petisi sudah dibuat untuk meminta Netflix menghentikan penayangan 365 Days. Penyanyi asal Inggris, Duffy, melayangkan protes keras ke layanan streaming Netflix melalui surat terbuka yang dilansir di blog pribadinya.

Penyanyi itu kemudian mendesak bos Netflix untuk berkomitmen dalam menciptakan konten tentang masalah global penculikan dan perdagangan seks, yang oleh PBB disebut sebagai "pelanggaran berat hak asasi manusia."

[Gambas:Youtube]



(chri/end)