Kasus Covid-19 Melonjak, Semua Bioskop California Ditutup

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 17:40 WIB
Interior of empty dark cinema with rows of red seats with cup holders and popcorn. Concept of entertainment. 3d rendering toned image Ilustrasi bioskop. (Istockphoto/dolgachov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur California, Gavin Newsom, menginstruksikan penutupan seluruh bioskop di kawasannya karena peningkatan kasus infeksi virus corona hingga mencapai lebih dari 336 ribu orang.

"Kasus Covid-19 terus menyebar dengan tingkat mengkhawatirkan. California sekarang menutup operasi dalam ruangan di seluruh negara bagian untuk restoran, anggur, bioskop, kebun binatang, museum, tempat main kartu," demikian pernyataan Newsom melalui Twitter.

Dalam pernyataan selanjutnya, ia berkata, "Virus ini tidak akan hilang dalam waktu dekat. Kewajiban kita semua untuk sadar bahwa Covid-19 tidak akan hilang dalam waktu dekat sampai ada vaksin atau terapi yang efektif."


Berdasarkan Comscore, sekitar 28 dari 518 bioskop di California saat ini masih beroperasi. Sekitar 15 dari 28 yang buka merupakan bioskop drive-in atau kendara. Sebagian besar bioskop lainnya masih tutup sejak pertengahan Maret.

Seperti dilansir Variety, Newsom juga mengungkapkan bahwa jumlah rawat inap akibat Covid-19 melonjak 28 persen dan pasien ICU meningkat 20 persen dalam 14 hari terakhir di California.

Amerika Serikat hingga kini masih di posisi pertama sebagai negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia. Berdasarkan data Johns Hopkins University pada Selasa (14/7) siang, AS melaporkan lebih dari 3,43 juta kasus dengan 1 juta orang pulih dan 138 ribu meninggal dunia.

Sementara itu di ibu kota Indonesia, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta merilis surat keputusan mengenai perpanjangan fase I pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

Dalam SK dengan nomor 140 Tahun 2020 tersebut, tertulis bahwa pemutaran film di bioskop diperbolehkan beroperasi mulai 6-16 Juli 2020.

Sementara itu, Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) menyatakan bahwa mereka baru bisa beroperasi pada 29 Juli karena harus mempersiapkan semua protokol kesehatan.

Berdasarkan Data Pantauan Covid-19 Jakarta, pemerintah DKI melaporkan 14.639 kasus Covid-19 dengan 9.408 pulih dan 710 meninggal dunia.

(chri/has)