Corat-coret Kereta di London, Banksy Bersuara Soal Masker

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 21:45 WIB
Banksy di London Seniman Banksy mencorat-coret kereta bawah tanah di London, menyindir masyarakat yang masih belum mengenakan masker di tengah wabah. (Screenshot dari Instagram @banksy)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seniman Banksy membagikan kegiatan mereka mencorat-coret kereta bawah tanah di London. Kini, mereka menyindir masyarakat yang masih belum mengenakan masker di tengah wabah.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram mereka pada Selasa (14/7), sejumlah gambar dan grafitti mereka buat dengan mengambil karakter tikus jalanan yang bersin dan 'terjun' dengan masker.

Banksy membuat karya tersebut dengan menyamar sebagai petugas disinfeksi dan masuk ke gerbong kereta bawah tanah.


Namun bukan menyemprot cairan disinfektan, Banksy malah membuat gambar tikus seolah-olah bersin dan menyembur ke jendela kereta.

Semburan dari mulut tikus tersebut diwakilkan dengan warna hijau, yang biasanya merujuk pada penyakit.

Bahkan, mereka meminta penumpang yang duduk sendirian di gerbong target untuk pindah. Setelah penumpang pindah, Banksy menyemprot gambar lainnya berupa tikus yang 'terjun' dengan masker.

Bukan hanya mencorat-coret gambar tikus di dinding kereta, Banksy juga membuat grafiti di pintu dan dinding stasiun.

Aksi Banksy ini seperti menggambarkan kondisi masyarakat yang masih enggan memenuhi aturan untuk mengenakan masker dan menyelamatkan dirinya juga orang lain dari paparan infeksi virus corona Covid-19.

[Gambas:Instagram]

Pada Juni, Banksy juga membuat gambar terkait kritikan soal isu rasisme dan Black Lives Matter. Kritikan itu disampaikan di akun Instagram menyoal gerakan Black Lives Matter usai insiden kematian George Floyd oleh oknum aparat polisi Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, 25 Mei.

Setidaknya ada tiga bagian gambar di unggahan tersebut. Bagian pertama menggambarkan orang tanpa raut wajah berwarna hitam yang berada dalam bingkai foto. Kemudian di sampingnya ada lilin yang menyala.

Pada gambar kedua, foto orang dalam bingkai tersebut dilengkapi dengan latar belakang bendera AS dan tembok berwarna hitam. Barulah pada terakhir ia menuliskan kritikannya.

Banksy sendiri pernah menjadi 100 tokoh paling berpengaruh versi Time pada 2010. Kebanyakan penggemar karyanya tak begitu peduli dengan kemisteriusan identitas dan juga wajahnya.

Kendati demikian, Banksy dihormati karena 'pemboman' atau pembuatan grafiti ilegal di dinding-dinding Bristol, Inggris, sejak 1990-an hingga karyanya di rumah-rumah pelelangan di AS dan Inggris.

(end)