Aktris Legendaris Gone with the Wind Meninggal pada Usia 104

CNN Indonesia | Senin, 27/07/2020 01:20 WIB
Aktris legendaris Hollywood, Olivia de Havilland, meninggal dunia pada usia 104 tahun di Paris, Perancis. Ilustrasi melepas kerabat yang meninggal. (Istockphoto/kzenon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktris legendaris Hollywood, Olivia de Havilland, meninggal dunia pada usia 104 tahun.

Juru bicara pemenang dua penghargaan Oscar itu, Lisa Goldberg, mengatakan sang aktris meninggal "dengan damai" di kediamannya yang berada di Paris, Perancis. Dia memang selama sekitar enam dekade terakhir tinggal di ibu kota Perancis tersebut.

De Havilland merupakan pemeran utama terakhir dari film legendaris Gone with the Wind (1939) yang meninggal. Dalam film tersebut, Havilland berperan sebagai Melanie Hamilton.


De Havilland adalah aktir yang tumbuh di era film klasik. Sebelum terlibat dalam Gone With the Wind, Havilland mengawalin popularitasnya dengan film Captain Blood (1935). Dalam film itu ia beradu akting dengan aktor legendaris, Errol Flynn. Setelah itu, Havilland pun beradu akting dengan Flynn kembali dalam film The Adventures of Robin Hood (1938) sebagai Lady Marian.

Sepanjang karier aktingnya--termasuk film layar kaca--Havilland total terlibat dalam 61 judul film sebagai aktris dari 1935-1988. Dua penghargaan Oscar didapatkannya dari To Each His Own (1946) dan The Heiress (1949).

Di luar layar, Havilland juga dikenal sebagai aktivis bagi pekerja film. Dia turut mengadvokasi hak-hak para aktor/aktris serta kebebasan berkreasi di Hollywood.

Salah satu perjuangannya adalah ketika dirinya berusia 27, di mana ia menggugat rumah produksi Warner Bros pada 1943. Gugatan Havilland itu pun pada akhirnya meruntuhkan ketidakadilan dalam sistem kontrak jangka panjang oleh studio di Holywood.

"Aktor-aktor Holywood akan berutang selamanya pada Olivia," ujar kawan sekaligus rekan Havilland di layar, Bette Davis, dalam autobiografi The Lonely Life.

Bukan hanya selebritas di masa lampau, seperti dikutip dari CNN, terkini aktor Jared Leto pun mengaku berutang budi pada sang legenda karena gugatannya tersebut. De Havilland Law--yang merujuk pada gugatan Havilland pada dekade 1940--disebut Leto telah membantu bandnya, 30 Seconds to Mars, dalam konflik kontrak dengan label rekaman.

(AFP, CNN/kid)

[Gambas:Video CNN]