Netflix Konfirmasi Serial Lepas The Witcher

CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 21:55 WIB
Layanan streaming Netflix mengonfirmasi akan menggarap serial lepas The Witcher yang berlatar 1.200 tahun sebelum era Geralt of Rivia. Ilustrasi The Witcher. (Dok. Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --

Layanan streaming Netflix mengonfirmasi akan menggarap serial lepas The Witcher yang berlatar 1.200 tahun sebelum era Geralt of Rivia.

"1.200 tahun sebelum Geralt of Rivia, dunia monster, manusia dan peri bergabung menjadi satu, dan Witcher pertama muncul," demikian bunyi awal pengumuman Netflix melalui salah satu akun Twitter yang mereka kelola, @NXOnNetflix.

Akun itu melanjutkan, "Mengumumkan The Witcher: Blood Origin, 6 bagian serial live-action The Witcher oleh (penulis) Declan de Barra dan (produser) Lauren Schmidt Hissrich."


Belum diketahui garis besar cerita The Witcher: Blood Origin. Yang pasti, serial ini akan berlatar waktu 1.200 tahun sebelum berbagai kejadian dalam The Witcher.

The Witcher sendiri merupakan serial adaptasi dari seri novel bertajuk sama karya penulis asal Polandia, Andrzej Sapkowski. Musim pertama serial ini tayang pada Desember 2019 lalu.

Serial tersebut fokus pada karakter Geralt of Rivia yang diperankan Henry Cavill. Ia dikisahkan sebagai manusia mutan yang berprofesi sebagai pemburu monster, atau biasa disebut witcher.

Pada musim pertama, Geralt banyak memburu monster untuk mendapat uang dan bertahan hidup. Dalam perburuan itu, ia bertemu dengan penyihir bernama Yennefer of Vengerberg (Anya Chalotra).

Selain Geralt, serial ini juga memperlihatkan cerita dari sudut pandang Cirilla (Freya Allan) yang merupakan putri dari Kerajaan Cintra. Neneknya, Ratu Calanthe, meminta Cirilla untuk mencari Geralt setelah Kerajaan Cintra hancur diserang musuh.

Geralt, Yennefer, dan Cirilla merupakan tiga tokoh sentral dalam The Witcher. Penjelasan ketiga karakter tersebut cukup dalam dan memiliki keterkaitan satu sama lain.

Syuting musim kedua The Witcher seharusnya dimulai pada Maret lalu, tapi ditunda menjadi Agustus mendatang demi mencegah penularan penyakit akibat virus corona atau Covid-19.

(adp/has)