Andalkan Film Lokal, Bioskop Jepang Mulai Bangkit

CNN Indonesia | Selasa, 28/07/2020 20:30 WIB
Bioskop Jepang mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan dengan menayangkan karya lokal kala paceklik film internasional di tengah pandemi Covid-19. Ilustrasi. (morgueFile/mconnors)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bioskop Jepang mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan dengan menayangkan karya lokal kala paceklik film internasional di tengah pandemi Covid-19.

Salah satu film lokal yang berhasil membangkitkan kembali industri bioskop Jepang adalah Beginning Today It Is My Turn. Film ini merupakan hasil adaptasi dari manga bertajuk Kyō Kara Ore Wa!! yang sebelumnya juga sudah dibuat versi serial.

Film komedi tentang anak SMP ini berhasil meraup keuntungan lebih dari JPY3 miliar atau sekitar Rp413,1 miliar sejak dirilis 17 Juli. Keuntungan paling banyak diraih dalam periode 20-26 Juli, ketika masyarakat Jepang mendapatkan empat hari libur akhir pekan.


Tak hanya itu, film yang disutradarai Yuichi Fukuda ini juga mendapatkan perhatian penonton sebab NTV menyiarkan kembali episode-episode dari serial berjudul sama pada akhir pekan lalu.

Selain Kyō Kara Ore Wa!!, The Confidence Man JP: Princess juga menguasai penjualan tiket bioskop Jepang yang diperkirakan bakal meraup untung hingga 4 miliar yen atau setara Rp550,8 miliar dalam waktu dekat setelah tayang di 344 layar sejak 23 Juli.

Pendapatan ini lebih tinggi dibandingkan waralaba The Confidence Man JP sebelumnya yang meraih 2,9 yen saat tayang pada 2019. Waralaba ini merupakan hasil adaptasi dari drama bertajuk serupa yang tayang di Fuji TV pada 2018.

[Gambas:Youtube]

Geliat bioskop ini mulai meningkat setelah Jepang melonggarkan aturan jaga jarak sejak pekan lalu mengikuti perkembangan peningkatan infeksi virus corona yang tidak signifikan.

Sebelumnya, bioskop-bioskop di Jepang berhenti beroperasi pada 7 April-25 Mei karena pemerintah setempat memberlakukan kebijakan darurat nasional demi meredam penyebaran Covid-19.

Berdasarkan data Johns Hopkins University pada Selasa (28/7), Jepang hingga kini melaporkan 31, 1 ribu kasus dengan 998 kematian.

(chri/has)