Ledakan Libanon, Mia Khalifa Berduka dan Serukan Revolusi

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 17:40 WIB
Mia Khalifa berduka ketika ledakan terjadi di Beirut, Libanon, yang menjadi kampung halamannya. Ia pun menuding Hizbullah dan menyerukan revolusi. Mia Khalifa berduka ketika ledakan terjadi di Beirut, Libanon, yang menjadi kampung halamannya. Ia pun menuding Hizbullah dan menyerukan revolusi. (Screenshot via Instagram/@miakhalifa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan bintang porno, Mia Khalifa turut buka suara terkait ledakan di Beirut, Libanon. Dalam sejumlah unggahan di media sosial, ia mengungkapkan kesedihan serta kehancuran hatinya melihat kampung halamannya porak poranda akibat ledakan.

Salah satunya adalah ketika ia mengunggah kondisi Beirut saat ini dan menyatakan itu tak seperti yang dikenal dahulu.

"Ini bukan Beirut yang saya kenal. Masa kecil saya tak pernah terasa begitu berharga seperti saat ini. Libanon tidak akan pernah terasa sama lagi," tulis Mia Khalifa dalam Instagram Storiesnya.


Mia Khalifa soal ledakan di Libanon.dok. Tangkapan layar Instagram Stories @miakhalifaMia Khalifa berduka ketika ledakan terjadi di Beirut, Libanon, yang menjadi kampung halamannya. (Tangkapan layar Instagram Stories @miakhalifa)

Ia juga sempat mengunggah kondisi gereja tempatnya dibaptis ketika ledakan terjadi.

"Hati saya hancur. Saya tidak tahu ini bisa benar-benar menghancurkan perasaan," tuturnya.

Baik di Twitter, Instagram hingga TikTok, Mia Khalifa juga gencar mengajak orang untuk berdonasi membantu para korban ledakan. Ia turut menyoroti akses medis yang sulit dijangkau para terdampak ledakan.

Di sisi lain, Mia Khalifa menuding Hizbullah merupakan dalang ledakan yang menelan lebih dari 100 korban jiwa tersebut. Hizbullah merupakan kelompok militan, partai politik sekaligus paramiliter dari kelompok Syiah yang berbasis di Libanon.

Mia Khalifa soal ledakan di Libanon.dok. Tangkapan layar Instagram Stories @miakhalifaMia Khalifa berduka ketika ledakan terjadi di Beirut, Libanon, yang menjadi kampung halamannya. (Tangkapan layar Instagram Stories @miakhalifa)

Ia menduga ledakan tersebut terjadi di gudang amunisi milik Hizbullah. Ia juga menyoroti pemberitaan yang menyatakan ledakan tersebut disebabkan kembang api karena warna-warni yang sempat terlihat sebelum ledakan besar terjadi.

"Hizbullah berbohong kepada orang-orang Libanon tentang menyembunyikan bahan peledak di tanah kami, dengan mengatakan ledakan ini disebabkan oleh FIREWORKS. Kembang api?!" tulis Mia Khalifa di Instagram serta Twitternya.

[Gambas:Instagram]



Sementara itu, Kepala Keamanan Umum Libanon Abbas Ibrahim sebelumnya mengungkapkan 2.700 ton amonium nitrat menjadi pemicu ledakan dahsyat tersebut. Bahan kimia tersebut disimpan di pelabuhan Beirut sebelum dikirim ke Afrika.

Dalam Instagram Stories, Mia Khalifa juga mengungkapkan emosinya kepada pemerintah Libanon seperti mengenai akses listrik yang sulit sebelum ledakan, serta krisis ekonomi yang parah.

"Minggu lalu total listrik yang didapat Beirut selama 20 jam. Rumah sakit yang tersisa beroperasi dalam kegelapan. Setiap pemimpin politik harus mundur, atau harus dimakzulkan, cara yang mana pun. Tak mungkin orang bisa hidup seperti ini," tuturnya.

Mia Khalifa soal ledakan di Libanon.dok. Tangkapan layar Instagram Stories @miakhalifaMia Khalifa juga menyoroti pemberitaan yang menyatakan ledakan tersebut disebabkan kembang api karena warna-warni yang sempat terlihat sebelum ledakan besar terjadi. (Tangkapan layar Instagram Stories @miakhalifa)

Oleh sebab itu, ia menyerukan revolusi bagi Libanon.

"Aku memilih revolusi. Kembalikan Libanon kepada rakyat," tulisnya.

Aksi tersebut memicu pro dan kontra warganet. Banyak dari mereka yang mendukung seruan Mia Khalifa.

"Wow @miakhalifa mulai membangun kesadaran orang-orang bahkan sebelum presiden kami bangun untuk ke toilet," tulis salah satu warganet yang kemudian diunggah ulang oleh Mia Khalifa.

Mia Khalifa soal ledakan di Libanon.dok. Tangkapan layar Instagram Stories @miakhalifaMia Khalifa ia menyerukan revolusi bagi Libanon. (Tangkapan layar Instagram Stories @miakhalifa)

Kendati demikian, banyak pula orang yang menilai langkah itu merupakan upaya Mia Khalifa supaya bisa kembali ke Libanon.

Ia telah dilarang masuk ke kampung halamannya selama beberapa waktu karena menjadi bintang film porno.

Banyak warganet yang menilai Mia Khalifa sedang berpura-pura menjadi korban. Mereka juga meminta Mia untuk fokus menyerukan donasi.

"Tolong bagikan link untuk donasi. Ini bukan saatnya bermain menjadi korban dan membuat semua hal tentangmu. Tolong ya, terima kasih," tulis warganet.

"Ketika Mia Khalifa mencoba menjadi salah satu korban padahal ia merupakan orang dewasa yang memilih untuk masuk industri porno dan sekarang mencoba supaya bisa menebus keputusannya. Itu tidak akan pernah terjadi," ujar warganet yang lain.

(chri/end)

[Gambas:Video CNN]