Sinopsis Film Cuties, Pencarian Jati Diri Jelang Puber

CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2020 09:02 WIB
Film Cuties mengisahkan perjalanan gadis berusia 11 tahun bernama Amy (Fathia Youssouf) yang baru tiba di Paris dari kampung halamannya di Senegal. Film Cuties mengisahkan perjalanan gadis berusia 11 tahun bernama Amy (Fathia Youssouf) yang baru tiba di Paris dari kampung halamannya di Senegal. (dok. Bien Ou Bien Productions/France 3 Cinéma/Netflix via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Film Cuties resmi tayang di Netflix pada 9 September lalu. Film yang tayang perdana di Sundance Film Festival 2020 ini merupakan karya debut panjang sutradara Senegal-Prancis, Maimouna Doucoure. Berikut sinopsis film Cuties.

Film Cuties mengisahkan perjalanan gadis berusia 11 tahun bernama Amy (Fathia Youssouf) yang baru tiba di Paris dari kampung halamannya di Senegal. Ia dan keluarganya memutuskan pindah ke ibu kota Prancis tersebut.

Namun kepindahan tersebut nyatanya memberi beban bagi Amy. Ia mengetahui ayahnya akan menikah lagi. Di tengah kekalutan tersebut, ia merasakan ibunya, Mariam, menjadi semakin tertekan dengan sakit hati dan tekanan budaya juga agama.


Di tengah situasi rumah yang tak nyaman tersebut, Amy bertemu dengan sebuah geng cewek pemberontak di sekolahnya. Geng cewek itu kerap bertingkah badung namun sebenarnya punya cita-cita menjadi juara kontes menari.

Amy pun tertarik untuk bergabung dengan mereka. Apalagi ia dan salah satu anggota geng bernama Cuties itu, Angelica, sudah saling mengenal sebelumnya. Amy berharap di kota barunya, ia bisa memperoleh teman sebaya yang bisa saling mengerti.

Perlahan, Amy mulai mempelajari joget dan musik hip-hop yang menjadi referensi geng tersebut. Bermodal media sosial dan perkembangan internet yang tanpa batasan, Amy berusaha menemukan jati diri dan lari dari masalah keluarganya.

Namun dalam perjalanan itulah, Amy merasakan kebimbangan. Bukan hanya karena masalah dengan keluarganya yang kuat menganut ajaran agama Islam dan bertentangan dengan minatnya, tetapi juga hubungan sosialnya yang menggelinding liar tanpa bisa ia kendalikan kala dirinya jelang puber.

Ketika Cuties ditayangkan perdana di Sundance Film Festival, sutradara sekaligus penulis film ini, Maimouna Doucoure berhasil membawa pulang Best Directing Award berkat film tersebut.

Film ini pun mendapatkan pujian dari banyak kritikus dan nilai hingga 87 persen di laman Rotten Tomatoes, meski kritikan dan hujatan juga datang untuk film ini karena dianggap terlalu mengeksploitasi seksualitas anak di bawah umur.

CutiesFilm Cuties mengisahkan perjalanan gadis berusia 11 tahun bernama Amy (Fathia Youssouf) yang baru tiba di Paris dari kampung halamannya di Senegal. (dok. Bien Ou Bien Productions/France 3 Cinéma/Netflix via IMDb)

Doucoure mengatakan dalam wawancara yang disiarkan oleh Netflix dan diterima oleh CNNIndonesia.com, bahwa idenya membuat Cuties berawal dari temuannya sendiri di sebuah lingkungan di Paris.

"Sekelompok penari yang sangat muda naik ke atas panggung dan mereka menari seperti yang biasa kita lihat di klip video. Saya terkejut karena usia mereka yang masih sangat muda yaitu 11 tahun," kata Doucoure.

"Kemudian, saya memutuskan untuk menghabiskan satu setengah tahun berikutnya untuk melakukan penelitian. Saya bertemu dengan ratusan pra-remaja yang menceritakan kisah mereka kepada saya,"

"Saya perlu tahu bagaimana perasaan mereka tentang feminitas mereka sendiri dalam masyarakat saat ini, dan bagaimana mereka membentuk citra diri mereka di masa di mana media sosial menjadi sangat penting," katanya.

"Pertanyaan sebenarnya dari "Cuties" adalah: Bisakah kita sebagai perempuan benar-benar memilih kita ingin menjadi siapa dan tidak terpengaruh oleh citra yang dipaksakan kepada kita oleh masyarakat?" kata Doucoure.

[Gambas:Youtube]



(end)