Pekan Pertama Rp344 M, Film Mulan Melempem di China

CNN Indonesia | Senin, 14/09/2020 14:42 WIB
Penjualan pekan petama film Mulan disebut melempem di China, hanya mendapatkan Rp344,2 miliar. Film Mulan hanya mendapat Rp344,2 miliar pada pekan pertama di China. (Jasin Boland/Disney via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hasil penjualan tiket Mulan pada pekan pertama di China disebut melempem. Film live action tersebut hanya mendapatkan US$23 juta atau sekitar Rp344,2 miliar, jauh di bawah yang ditargetkan.

Berdasarkan data Maoyan, layanan penjualan tiket film secara daring di China, angka hasil penjualan tiket Mulan masih yang tertinggi pada akhir pekan di box office China. Film tersebut hanya selisih sedikit dari penjualan tiket The Eight Hundred yakni US$21,7 juta (Rp324,8 miliar).

Disney dan tim produksi disebut kecewa berat dengan angka penjualan tersebut. Pasalnya, Mulan sempat diharapkan menjadi film film terlaris yang disutradarai perempuan dan berhasil menguasai box office China.


Seperti dilansir Variety, para pelaku industri perfilman dan bioskop menilai Disney memilih untuk mengesampingkan keteledoran dan musikal versi animasi dalam mengadaptasi ke live-action demi menarik penonton China yang termasuk pasar film terbesar di dunia.

This image released by Disney shows Yifei Liu, center, in the title role of Penjualan pekan pertama film Mulan di China disebut melempem. (Jasin Boland/Disney via AP)

Sederet artis China besar seperti Liu Yifei, Donnie Yen, Gong Li dna Jet Li juga dijadikan pemeran utama dalam film tersebut.

Ironisnya, penjualan tiket Mulan pada Minggu (13/9) disalip film the Eight Hundred, film sejarah serta perang tanpa humor. Hal tersebut membuktikan Disney sama sekali tak terbantu dengan segala upaya pemerintah China 'menutup' media lokal terkait kemarahan serta seruan boikot film tersebut di luar China.

Beberapa hal memicu kemarahan yang berujung pada seruan boikot film Mulan. Salah satunya ialah Mulan melakukan syuting di Provinsi Xinjiang, wilayah yang menjadi kasus terkait etnis Uighur.

Disney tidak hanya melakukan syuting di kawasan tersebut. Mereka juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada lembaga pemerintahan yang terlibat dalam dugaan pelanggaran HAM, termasuk dugaan penahanan lebih dari 1 juta muslim Uighur, di credit akhir film Mulan.

Jauh sebelum dirilis, Mulan juga telah menuai kontroversi. Liu Fei, tokoh utama film yang dibuat dengan US$200 juta ini, menyatakan dukungannya kepada kepolisian Hong Kong yang selama ini kerap menggunakan kekerasan dalam menghadapi aktivis pro-demokrasi di sana.

Sejak tahun lalu hingga film tersebut resmi dirilis, aktivis di Hong Kong, Taiwan, bahkan Thailand terus menyerukan aksi boikot Mulan.

(chr/bac)

[Gambas:Video CNN]