Senator AS Desak Penyelidikan Eksploitasi Anak di Film Cuties

CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2020 20:09 WIB
Senator dari Partai Republik, Ted Cruz, meminta pemerintah AS untuk menyelidiki film Cuties yang memicu kontroversi karena diduga mengeksploitasi seksual anak. Film Cuties menuai kontroversi karena dianggap mengadung eksploitasi seksual anak. (Dok. Bien Ou Bien Productions/France 3 Cinéma/Netflix via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Senator dari Partai Republik, Ted Cruz, meminta Kementerian Kehakiman Amerika Serikat untuk menyelidiki film Netflix, Cuties, yang memicu kontroversi karena dianggap mengeksploitasi seksual anak.

"Menyusul promosi mengganggu Netflix untuk Cuties, saya mengirim surat untuk mendesak Kementerian Kehakiman menyelidiki apakah Netflix, para eksekutifnya, atau pembuat filmnya melanggar hukum federal terkait produksi dan distribusi pornografi anak," kata Cruz melalui Twitter, akhir pekan lalu.

Melalui kicauan tersebut, Cruz mengunggah kopi surat yang ditujukan kepada Jaksa Agung Amerika Serikat, William P. Barr, tersebut.


Dalam surat itu, Cruz menjabarkan bahwa Cuties secara garis besar bercerita tentang anak perempuan berusia 11 tahun di Paris, Prancis, yang mengikuti klub tari bernama Cuties.

"Film itu terus menonjolkan seksualitas anak di bawah umur ketika mereka menampilkan tarian yang memancing perbuatan seksual dengan pakaian terbuka," tulis Cruz.

Cruz menganggap adegan ini sangat berbahaya, terutama ketika sudah menjurus ke kekerasan seksual. Lebih jauh, ia khawatir adegan-adegan ini ditiru oleh para paedofilia.

"Seperti yang Anda ketahui, Kementerian Kehakiman berperan penting untuk mencegah pelanggaran seksual terhadap anak," tulis Cruz yang kemudian menjabarkan sejumlah dasar hukum pendukung argumennya.

Ia juga menulis, "Dengan menyelidiki dan mengadili pelanggar yang mendistribusikan citra dan video yang menggambarkan anak kecil secara seksual, Kementerian berkewajiban melindungi anak dari potensi pelanggaran dan eksploitasi seksual."

Cruz melayangkan surat ini tak lama setelah warganet memprotes Netflix karena dianggap mempromosikan pornografi anak. Mereka menyerukan tanda pagar #CancelNetflix yang sempat menjadi topik tren di Twitter.

Selain itu, sejumlah warganet juga menggalang petisi "cancel Netflix" melalui situs Change.org yang sudah diteken lebih dari 600 ribu orang.

Di tengah kontroversi ini, perwakilan Netflix akhirnya buka suara terkait film yang disutradarai oleh Maimouna Doucoure tersebut.

"Film ini merupakan komentar atas efek negatif jika gadis praremaja dipandang sebagai objek seksual di media dan sosial media," ujar juru bicara Netflix.

Ia juga berkata, "Film ini disutradarai oleh Maimouna Doucoure dan telah memenangkan penghargaan di festival film Sundance tahun ini. Wawancara dengan sutradaranya dapat menjelaskan motivasinya dalam membuat film ini."

(has/has)