Cuties dan Sederet Film soal Kontes Anak-anak

CNN Indonesia | Selasa, 15/09/2020 18:23 WIB
Film Cuties menuai kontroversi soal eksploitasi anak, berikut sederet film kontes anak-anak lainnya. Foto ilustrasi. Film Cuties. (dok. Bien Ou Bien Productions/France 3 Cinéma/Netflix via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Terlepas dari kontroversinya, film Cuties turut menyuguhkan gambaran tentang perjuangan anak-anak yang berjuang di sebuah ajang kompetisi.

Berikut sejumlah film lain yang juga menggambarkan tentang kompetisi anak-anak.

Cuties

Film Cuties mengisahkan perjalanan gadis berusia 11 tahun bernama Amy (Fathia Youssouf) yang baru tiba di Paris dari kampung halamannya di Senegal. Ia dan keluarganya memutuskan pindah ke ibu kota Prancis tersebut.


Namun kepindahan tersebut nyatanya memberi beban bagi Amy. Ia mengetahui ayahnya akan menikah lagi. Di tengah kekalutan tersebut, ia merasakan ibunya, Mariam, menjadi semakin tertekan dengan sakit hati dan tekanan budaya juga agama.

Di tengah situasi rumah yang tak nyaman tersebut, Amy bertemu dengan sebuah geng cewek pemberontak di sekolahnya. Geng cewek itu kerap bertingkah badung namun sebenarnya punya cita-cita menjadi juara kontes menari.

Film Cuties dapat disaksikan secara streaming di Netflix.

[Gambas:Youtube]

Little Miss Sunshine

Film ini menceritakan menceritakan sebuah keluarga yang membawa putri kecilnya, Olive ke California untuk mengikuti kontes kecantikan 'Little Miss Sunshine.'

Karena memiliki sedikit uang, keluarga ini melakukan perjalanan sejauh 800 mil dengan van warna kuning mereka. Di sepanjang perjalanan, keluarga ini pun mengalami banyak masalah pribadi.

Film Little Miss Sunshine ditayangkan secara perdana di Festival Film Sundance pada 20 Januari 2006. Film ini dinominasikan untuk empat Academy Awards, termasuk Film Terbaik, dan memenangkan dua piala Oscar kategori Skenario Asli Terbaik untuk Michael Arndt dan Aktor Pendukung Terbaik untuk Alan Arkin.

Little Miss Sunshine dapat disaksikan secara streaming di Amazon Prime Video.

[Gambas:Youtube]

Koki-Koki Cilik

Film Koki-Koki Cilik mengusung tema kompetisi masak di kalangan anak-anak. Film ini menyorot kisah Bima, seorang anak dari keluarga tidak mampu berhasil ikut dalam acara Cooking Camp, sebuah acara kemah memasak yang sangat bergengsi.

Dalam kondisi apapun, Bima berupaya keras menghadapi tantangan memasak dari Chef Grant demi meraih gelar Koki Cilik di Cooking Camp.

Film ini menampilkan aksi bintang cilik seperti Farraz Fatik, Chloe Xaviera, Clarice Cutie, Alifa Lubis, Ali Fikry, Romaria Simbolon, serta Marcello. Koki-Koki Cilik juga didukung oleh penampilan Ringgo Agus Rahman, Morgan Oey, Aura Kasih, Fanny Fabriana, dan Abah Kurdi.

Koki-Koki Cilik dapat disaksikan streaming di GoPlay.

[Gambas:Youtube]

Spelling The Dream

Film dokumenter Spelling The Dream menggambarkan kisah peserta keturunan India-Amerika berhasil memenangkan kompetisi mengeja Scripps National Spelling Bee yang bergengsi selama 12 tahun terakhir secara berturut-turut, dan menjadikannya salah satu tren terpanjang dalam sejarah olahraga.

Spelling The Dream berfokus pada perjuangan empat siswa India-Amerika ketika mereka berlomba untuk mewujudkan impian mereka memenangkan turnamen ikonis tersebut.

Dengan perspektif dari reporter medis CNN, Dr. Sanjay Gupta dan Fareed Zakaria, komedian Hari Kondabolu, presenter olahraga ESPN, Kevin Negandhi, pemenang Scripps Spelling Bee Nasional 1999, Nupur Lala, dan lainnya, film ini juga mengeksplorasi alasan di balik kemenangan beruntun yang luar biasa dan apa artinya bagi masyarakat.

Spelling The Dream dapat disaksikan streaming di Netflix.

[Gambas:Youtube]

A Barefoot Dream

A Barefoot Dream diadaptasi dari kisah nyata pelatih sepak bola Kim Sin-hwan. Kisahnya berfokus pada tokoh Kim Won-kang, pesepak bola yang kariernya terus stagnan dan hidup tidak seperti yang dia harapkan.

Dia kemudian menuju ke Timor Timur, di mana menurutnya akan ada banyak kesempatan baginya. Hingga suatu hari, ia melihat sekelompok anak-anak asyik bermain sepak bola di lapangan dengan bertelanjang kaki.

Ia lantas membuka toko perlengkapan olahraga. Namun, tak lama ia menyadari bahwa masyarakat setempat tidak mampu membeli sepatu dan kaus kaki bermerk.

Dengat berat hati, Kim Won-kang memutuskan menutup tokonya dan memilih menjadi pelatih untuk anak-anak tersebut bermain bola. Tanpa uang dan tanpa sepatu, Kim Wong-kang membawa anak-anak itu berlaga di Kejuaraan Sepak Bola Pemuda Internasional di Jepang.

Film ini sempat terpilih sebagai nominasi dari Korea Selatan untuk Film Berbahasa Asing Terbaik di Academy Awards ke-83, tapi gagal masuk kategori.

A Barefoot Dream dapat disaksikan secara streaming di Vidio.

[Gambas:Youtube]



(agn/bac)

[Gambas:Video CNN]