Shanks, Kandidat Plot Twist Paling Mengejutkan di One Piece

CNN Indonesia | Sabtu, 10/10/2020 12:20 WIB
Shanks selama ini diceritakan sebagai tokoh anutan dari Monkey D. Luffy, tokoh utama cerita One Piece. Shanks merupakan anutan Monkey D Luffy di manga One Piece. (Courtesy of Shueisha)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bila Eiichiro Oda memutuskan untuk melakukan kejutan besar di akhir cerita One Piece, Shanks adalah kandidat tokoh terkuat untuk melakukan hal tersebut.

Shanks selama ini diceritakan sebagai tokoh anutan dari Monkey D. Luffy, tokoh utama cerita One Piece. Keinginan Luffy menjadi bajak laut tak lepas dari kekagumannya pada sosok Shanks.

Di mata Luffy, Shanks adalah sosok pria sejati. Pria yang bisa jadi patokan dan tujuan. Pria yang rela mengorbankan tangan kirinya untuk nyawa Luffy.


Topi jerami milik Shanks yang dititipkan Luffy jadi pertanda bahwa Shanks menunggu Luffy menyusulnya dan menjadi bajak laut hebat seperti yang dicita-citakan.

Gambaran di cerita awal, Shanks bahkan terus menanti Luffy sampai akhirnya Mihawk membawa kabar bahwa Luffy sudah resmi jadi bajak laut lewat poster buruan yang dibawanya.

Meski terbilang jarang muncul di manga One Piece, kehadiran sesaat Shanks seringkali dinanti dan sarat makna.

One PieceMonkey D Luffy amat terinspirasi dari Shanks di manga One Piece. (dok. Toei Animation via IMDb)

Shanks baru muncul lagi saat ia memutuskan bertemu Shirohige di volume ke-25. Usai momen itu, Shanks baru terlihat lagi di volume ke-45 ketika ia meminta Shirohige menghentikan Ace untuk mengejar Kurohige.

Firasat Shanks benar karena pada akhirnya Ace kalah dari Kurohige dan kemudian terbunuh dalam perang di Marineford. Dalam cerita perang di Marineford, Shirohige sendiri sejatinya punya firasat buruk dan meminta Ace untuk tidak pergi meski Ace mengabaikannya.

Dalam perang Marineford itu pula, Shanks menunjukkan diri sebagai sosok yang keren dan menakutkan. Ketika Shanks meminta perang dihentikan lantaran hasil akhir sudah ketahuan, Kelompok Shirohige dan Angkatan Laut langsung mengikuti perkataannya.

Kurohige yang tengah percaya diri karena banyak mendapat kru hebat di Impel Down dan bahkan berani menyerang Shirohige bahkan tak berani menjawab tantangan Shanks di medan perang saat itu.

Bibit-bibit Plot Twist di One Piece

Kehebohan tentang Shanks kemudian muncul ketika ia ternyata menghadap Gorosei, pemilik kekuasaan tertinggi. Shanks mengatakan ingin menceritakan tentang bajak laut di hadapan Gorosei.

Gorosei sendiri ternyata bukan pemegang kekuasaan tertinggi karena di belakang mereka ada Im-Sama yang sosoknya tersembunyi.

Sebagai bajak laut, Shanks sangat mengerikan. Ia bisa menahan Kaidou yang ingin mengganggu Shirohige, bertarung seimbang dengan Shirohige di kapal, menghentikan perang di Marineford, hingga berbicara langsung dengan Gorosei.

Di antara Yonkou sebelumnya, Shanks adalah yang paling muda bila dibandingkan dengan Shirohige, Kaidou, dan Big Mom yang merupakan mantan anggota bajak laut Rocks. Barulah kemudian muncul Kurohige yang saat ini juga dianggap sebagai salah satu Yonkou menggantikan Shirohige.

Kurohige dianggap satu generasi dengan Shanks lantaran ia dan Kurohige sama-sama masih anak-anak ketika ada di kapal Gol D. Roger dan Shirohige.

Ada sejumlah pertanyaan yang mengemuka terkait Shanks dan misterinya selama ini.

Shanks mengatakan bahwa luka di mata miliknya disebabkan oleh Kurohige. Luka itu bahkan dianggap Shanks sebagai hal yang paling menusuk harga diri. Namun luka tiga garis di mata itu justru dijadikan lambang bajak laut miliknya.

Keanehan lain adalah pemilihan Shanks untuk pergi ke East Blue saat Luffy kecil. Shanks mendarat hingga satu tahun di East Blue. Tentu ada hal menarik dan tersembunyi yang sedang dilakukan Shanks saat itu, bahkan mungkin berkaitan dengan Luffy.

Ketika Yonkou lain sibuk di New World, rombongan Shanks malah jauh pergi ke East Blue. Asumsi ini bisa dikesampingkan bila Oda memberi alasan mereka mengantar Yasopp pulang, atau alasan nyatanya adalah Oda tak menduga perkembangan cerita One Piece berkembang jauh lebih panjang dibandingkan saat awal yang ia rencanakan.

Bila melihat cerita ideal, Shanks bakal ada di ujung cerita dan Luffy bakal mengembalikan Topi Jerami milik Shanks seperti kalimat awal yang diucapkan pada manga volume pertama. Namun di tengah cerita sendiri, Topi Jerami itu ternyata milik Gol D. Roger yang diwariskan ke Shanks. Cerita Topi Jerami makin rumit karena terdapat pula 'Topi Jerami Ukuran Raksasa' di Mary Geoise.

One Piece adalah manga yang benar-salahnya tidak hitam-putih. Musuh di masa lalu bisa jadi teman di masa kini seperti halnya Mr.2, Crocodile, hingga Buggy. Donquixote Doflamingo juga sudah menyatakan bahwa persepsi tiap orang berbeda terhadap satu hal.

Jika memang ingin cerita ideal yang sudah ditebak banyak orang, Shanks akan terus jadi sosok mengagumkan bagi Luffy hingga akhir cerita.

Tetapi bila Oda ingin plot twist yang membuat pembaca ternganga, Shanks adalah karakter yang bakal memberikan efek paling mengejutkan bila dijadikan sumber plot twist di akhir cerita.

(ptr/bac)

[Gambas:Video CNN]