Jiangshi, Vampir China yang 'Melompat' di Penjuru Asia

CNN Indonesia | Minggu, 18/10/2020 14:00 WIB
Vampir asal China alias Jiangshi bukan hanya populer sebagai legenda masyarakat, tetapi juga dalam budaya pop melalui sejumlah film. Vampir asal China alias Jiangshi bukan hanya populer sebagai legenda masyarakat, tetapi juga dalam budaya pop melalui sejumlah film. (dok. Bo Ho Film Company Ltd./Golden Harvest Company/Paragon Films Ltd./Toho-Towa via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bukan hanya Eropa yang mengenal vampir. Di Asia, ada jenis vampir legendaris yang nyaris terkenal ke seluruh penjuru benua, yaitu Jiangshi dari China.

Jiangshi kerap digambarkan sebagai mayat yang kembali hidup, berburu, dan menginfeksi manusia sejak ribuan tahun lalu. Dalam berburu, mereka bukan menghisap darah melainkan "qi" atau energi kehidupan manusia yang hidup.

Selain 'makanan', hal yang membedakan jiangshi dengan drakula adalah cara mereka menjelajah. Bila drakula mampu berjalan dan terbang, jiangshi memilih melompat-lompat.


Berdasarkan mitologi China, kisah Jiangshi atau yang lebih sering disebut vampir China ini sudah dimulai lebih dari 2.000 tahun lalu.

Kala itu, China masih belum bersatu dan kaisar pertama China, Qin Shi Huang, sedang sibuk menaklukkan negara-negara di sekitar kerajaannya.

Penaklukan itu membuat banyak prajurit bepergian jauh dari rumah dan berada di garda terdepan untuk melawan pasukan Qin Shi Huang. Banyak dari mereka tewas dalam pertempuran.

Sayangnya, keluarga kala itu tak mampu membawa pulang jenazah para prajurit. Mereka kemudian dipercaya mendatangi pendeta Tao untuk melakukan ritual menghubungi tubuh dan jiwa orang yang telah meninggal supaya bisa kembali ke rumah.

Biasanya, pendeta Tao tersebut akan menuliskan mantra serta nama dan tanggal lahir di wajah mayat sehingga Jiangshi bisa kembali ke keluarga.

Karena telah meninggal, otot-otot prajurit tersebut telah kaku atau rigor mortis dan menyebabkan mereka berpindah tempat berbeda dengan manusia pada umumnya.

Namun apabila kertas mantra tersebut tercabut, Jiangshi bisa menjadi sangat berbahaya karena dapat membunuh makhluk hidup lainnya untuk menyerap qi manusia. Faktanya, arti harfiah dari Jiangshi adalah mayat kaku.

Mr Vampire (1985)Biasanya, pendeta Tao tersebut akan menuliskan mantra serta nama dan tanggal lahir di wajah mayat sehingga Jiangshi bisa kembali ke keluarga. (dok. Bo Ho Film Company Ltd./Golden Harvest Company/Paragon Films Ltd./Toho-Towa via IMDb)

Tren Jiangshi

Jiangshi bukan hanya populer sebagai legenda masyarakat, tetapi juga dalam budaya pop melalui sejumlah film. Film-film tentang jiangshi bahkan menjadi hit pada dekade 80-90-an silam.

Sejumlah film tercatat pernah membawa jiangshi ke layar lebar, dimulai dari Midnight Vampire pada 1936 yang diyakini sebagai film pertama yang menggambarkan jiangshi melompat-lompat mengejar manusia.

Kemudian film Encounters of the Spooky Kind pada 1980 merupakan film pertama yang berdasarkan legenda jiangshi meskipun dibungkus dengan komedi dan kungfu.

Film Mr Vampire yang dirilis pada 1985 merupakan film soal jiangshi yang menuai kesuksesan besar. Meski bergenre komedi horor, kejar-kejaran antara jiangshi dengan manusia sempat membuat tren vampir China meledak selama dekade 80-an.

Mr Vampire yang digarap oleh Ricky Lau dan mempopulerkan aktor Lam Ching-ying sebagai master vampir tersebut mampu menghasilkan empat sekuel setelahnya, Mr Vampire II, III, dan IV hingga 1992.

Pada 1990, Encounters of the Spooky Kind II dirilis untuk mengikuti kesuksesan Encounters of the Spooky Kind. Meski namanya terkesan sekuel, sejatinya film rilisan 1990 tersebut bukanlah kelanjutan versi 1980.

Tren jiangshi ini bahkan juga menjalar ke berbagai negara di luar China, seperti Taiwan, termasuk Indonesia. Pada dekade 90-an, ketika televisi swasta sedang berkembang, film vampir China adalah salah satu konten wajib kala Sabtu siang.

Mr Vampire (1985)Mr Vampire (1985) yang digarap oleh Ricky Lau dan mempopulerkan aktor Lam Ching-ying sebagai master vampir tersebut mampu menghasilkan empat sekuel setelahnya, Mr Vampire II, III, dan IV hingga 1992. (dok. Bo Ho Film Company Ltd./Golden Harvest Company/Paragon Films Ltd./Toho-Towa via IMDb)

Ragam Mitologi Vampir di Asia

Vampir sesungguhnya sudah akrab di kalangan Asia sejak dulu. Mereka memiliki karakter sesuai dengan kepercayaan negara masing-masing namun tetap memiliki persamaan yakni menghisap darah.

Salah satunya ialah Indonesia dengan Pontianak, Kuntilanak atau Matianak yang diyakini berasa dari seorang perempuan meninggal ketika melahirkan dan menjadi makhluk gaib, menghantui desa dan berupaya balas dendam.

Leak asal Bali juga disebut-sebut sebagai salah satu bentuk vampir karena mengincar darah bayi yang baru lahir.

Sedangkan Filipina meyakini keberadaan makhluk seperti vampir yang disebut dengan Mandurugo dan Manananggal.

Mandurugi diyakini serupa dengan perempuan cantik ada siang hari tapi berubah menjadi memiliki lidah yang panjang seperti benang pada malam hari dan menghisap janin dari ibu hamil.

Adegan film Kuntilanak.Film bertemakan Kuntilanak ramai di Indonesia karena berdasarkan folklor soal makhluk gaib yang tergolong vampir tersebut. (Dok. MVP Pictures)

Serupa, Manananggal juga digambarkan sebagai perempuan cantik yang mampu memotong bagian atas tubuhnya untuk terbang kala malam da memangsa ibu hamil.

Di India, terdapat Bhuta atau Preta yang merupakan jiwa orang yang meninggal sebelum waktunya. Ia berkeliaran pada malam hari dan menyerang manusia.

Sedangkan masyarakat India Utara meyakini keberadaan BrahmarākŞhasa, makhluk dengan kepala yang dikelilingin usus dan tengkorak serta meminum darah.

Sementara itu, Jepang sesungguhnya tak memiliki legenda atau keyakinan tentang vampir. Namun, mereka memiliki mitos yang serupa dengan vampir yakni Nure-onna yang merupakan ular berwajah perempuan yang makan dari darah manusia.

(chri/end)

[Gambas:Video CNN]