Jadi Figur Publik, Zara Adhisty Merasa Tak Punya Privasi

CNN Indonesia | Jumat, 16/10/2020 22:17 WIB
Aktris Zara Adhisty merasa tidak punya privasi seperti orang kebanyakan karena saat ini yang menjadi sosok figur publik. Aktris Zara Adhisty merasa tidak punya privasi seperti orang kebanyakan karena saat ini yang menjadi sosok figur publik. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aktris Zara Adhisty merasa tidak punya privasi seperti orang kebanyakan karena saat ini yang menjadi sosok figur publik.

Ia menyampaikan pernyataan itu saat menjadi bintang tamu podcast Ngobrol Sore Semuanya yang dipandu Putri Tanjung.

Mulanya, Putri bertanya apa Zara pernah merasa bahwa hidup tidak adil. Zara kemudian mengaku pernah merasa hidup tidak adil ketika sadar bahwa ia adalah figur publik yang menjadi perhatian orang banyak.


"Jadi, aku merasa, enggak punya privasi ya kayak orang biasa. Aku mikirnya begitu. Cuma, sekarang aku berpikirnya berusaha kayak, oh berarti mereka semua care sama aku," kata Zara.

Ia melanjutkan, "Mau mereka yang ngomongnya jahat, mau mereka yang ngomongnya baik, mereka semua care sama aku. Jadi sekarang lebih dibawa santai saja."

Perempuan asal Bandung ini juga bercerita bahwa ia pernah dirundung oleh banyak orang, tepatnya ketika masih tergabung dalam grup idol, JKT 48.

Kala itu, kata Zara, ia ditunjuk untuk menempati posisi center untuk sebuah lagu JKT 48. Alih-alih mendapat pujian, ia malah dirundung karena dinilai terlalu muda untuk mengisi posisi tersebut.

"Karena aku junior, tapi udah jadi center. Aku sempat down banget. Aku merasa, 'Kok gue enggak diterima ya?' Itu namanya down banget, apalagi masih kecil belum bisa berpikiran luas," kata Zara.

Namun, Zara akhirnya berhasil bangkit dari perasaan khawatir. Perundungan itu justru memicu Zara untuk membuktikan bahwa ia bisa dan layak berada di grup tersebut.

[Gambas:Youtube]

Lebih lanjut, ia juga sempat merasa kehilangan masa muda ketika bergabung dengan JKT 48. Zara mulai bergabung dengan JKT 48 sejak usia 13 tahun, ketika masih menimba ilmu di sekolah menengah pertama (SMP).

"Kan aku orang Bandung. Kok seru banget ya temen-temen aku di Bandung? Mereka jalan-jalan, sekolah, begitu saja. Sedangkan aku dengan kerjaan yang aku stres banget, menghapal lagu dan dance," kata Zara.

Meski demikian, Zara sadar bahwa ia masih bisa bertemu dan bermain dengan teman sebaya atau rekan yang usianya tidak terpaut jauh selama menjalani pekerjaan.

(adp/has)