Petualangan Mencari Naga di Trailer Raya and the Last Dragon

CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 07:45 WIB
Petualangan satu gadis mencari naga terekam dalam trailer Raya and the Last Dragon, film Disney yang terinspirasi dari mitos Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Petualangan satu gadis mencari naga terekam dalam trailer Raya and the Last Dragon. (Dok. Disney)
Jakarta, CNN Indonesia --

Petualangan seorang gadis mencari naga terakhir terekam dalam trailer Raya and the Last Dragon, film animasi Disney yang terinspirasi dari mitos-mitos Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Trailer yang diunggah ke YouTube pada Rabu (21/10) tersebut dibuka dengan adegan karakter perempuan bernama Raya tengah bersiap bertempur. Ia menyiapkan senjata dan memakai masker.

Raya bertemu dengan armadillo mungil bernama Tuk Tuk yang menjadi rekan dan sahabatnya. Ia kemudian berhadapan dengan pria bertopeng yang mencoba menghalanginya masuk ke satu tempat.


"Sepanjang hidup, saya berlatih untuk menjadi pelindung naga, tapi dunia ini sudah berubah dan orang-orang terbelah. Kini, untuk mengembalikan perdamaian, saya harus menemukan naga terakhir," demikian suara Raya mengiringi adegan perkelahian dengan pria tersebut.

Dalam trailer tersebut juga diperlihatkan Raya datang ke satu daerah di mana rakyatnya terbelah. Ia kemudian diperlihatkan tiba di satu gurun dengan mengendarai Tuk Tuk, armadillo yang ternyata sudah beranjak dewasa.

Di akhir trailer berdurasi dua menit itu, Tuk Tuk terlihat sudah sangat besar sehingga tak bisa lagi bergerak leluasa di gurun.

[Gambas:Youtube]

Trailer ini dirilis sehari setelah Disney mengunggah poster perdana Raya and the Last Dragon yang memperlihatkan karakter Raya sedang berdiri di tengah hujan. Dengan jubah dan caping cokelat, Raya menunduk sembari memegang pedang.

Melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Disney menjelaskan bahwa film ini akan mengikuti kisah kehidupan Raya, seorang pejuang tunggal dari kerajaan fantasi Kumandra.

Dia bekerja sama dengan armadillo canggung bernama Tuk Tuk dalam upaya menemukan Naga Terakhir alias Sisu demi membawa pencerahan serta persatuan kembali ke dunia mereka.

Sang Naga Terakhir ditinggalkan naga-naga lain di Bumi untuk berjaga kalau-kalau kekuatan gelap kembali.

Raya and the Last DragonRaya dan Tuk Tuk. (Courtesy of Walt Disney Studios)

Sebagaimana dilansir Screen Rant, Raya and the Last Dragon mengikuti jejak film Moana yang menceritakan kisah asli berdasarkan mitos dan budaya dari wilayah tertentu.

Tim produksi mengaku terinspirasi dari mitos di Asia Tenggara. Tim kreatif pun mengambil latar Indonesia, Thailand, dan Vietnam dalam melakukan riset.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya setempat, Disney sengaja memilih Adele Lim untuk menulis cerita. Penulis naskah Crazy Rich Asian ini lahir dan tumbuh di Asia Tenggara.

Film animasi ini disutradarai oleh Don Hall dan Carlos López Estrada dengan Paul Briggs dan John Ripa sebagai co-sutradara. Osnat Shuhrer dan Peter Del Vecho bergabung sebagai produser, bersama Qui Nguyen.

Kelly Marie Tran dipastikan bakal menjadi pengisi suara karakter Raya. Sementara itu, Awkwafina akan menjadi pengisi suara karakter Sisu, naga dalam film tersebut.

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK