Foo Fighters Cerita di Balik Shame Shame

CNN Indonesia | Selasa, 10/11/2020 00:06 WIB
Foo Fighters resmi mengenalkan karya terbaru mereka melalui lagu Shame Shame yang merupakan bagian dari album kesepuluh, Medicine At Midnight. Foo Fighters resmi mengenalkan karya terbaru mereka melalui lagu Shame Shame yang merupakan bagian dari album kesepuluh, Medicine At Midnight.(Dok. Hayley Madden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Foo Fighters resmi mengenalkan karya terbaru mereka melalui lagu Shame Shame yang merupakan bagian dari album kesepuluh, Medicine At Midnight. Menurut Dave Grohl, album ini amat berbeda dibanding sebelumnya.

Dave Grohl cs juga membawakan lagu tersebut pertama kali secara live di acara Saturday Night Live pada akhir pekan lalu. Dalam wawancara dengan Sirius XM, Dave Grohl menyebut lagu Shame Shame adalah gambaran dari album baru ini.

"Kami beruntung bahwa semua orang dalam band memiliki pengaruh yang beragam, dan semua orang suka musik yang berbeda-beda, namun saya jujur merasa kami mampu melakukan nyaris segalanya," kata Dave Grohl dalam wawancara dengan SiriusXM.


"Jadi, bila kami menanamkan pemikiran itu dalam karya, kami bisa semacam menjadi bunglon versi band death metal atau kami bisa seperti [duo] The Carpenters," lanjutnya.

"Jadi, kami harus memutuskan bersama-sama dan membuat keputusan [musik] mana yang ingin kami buat? Kami akan ke mana? Seperti apa kami akan bergerak? Dan kali ini kami melakukannya, berpesta dengan rekaman ini."

Keputusan itu muncul dalam lagu Shame Shame yang cenderung lebih 'santai' dan groove. Hal itu pun diakui oleh Grohl yang ia akui sebagai hasil eksperimen mereka.

"Musiknya ada nuansa groove, tak seperti yang pernah kami lakukan sebelumnya, dan punya dinamisasi dan getaran dan tone tak seperti sebelumnya, yang mana mengapa saya ingin merilis ini pertama kali," kata Grohl.

"Saya ingin memberikan gambaran ke orang bahwa album ini tak seperti sembilan album sebelumnya. Ini jelas bergerak ke area yang baru," ujarnya.

Karya Foo Fighters yang menjadi eksperimen baru mereka ini pun mendapat reaksi positif dari para penggemar. Mereka mengaku suka dengan langkah baru Foo Fighter yang berani tampil beda.

Album yang rencananya akan dirilis perdana pada 5 Februari 2021 ini dijadwalkan juga tersedia dalam versi vinil.

Album Medicine At Midnight ini terdiri dari sembilan lagu, yakni Making a Fire, Shame Shame, Cloudspotter, Waiting on a War, Medicine at Midnight, No Son of Mine, Holding Poison, Chasing Birds dan Love Dies Young.

Dave Grohl sebelumnya pernah mengibaratkan album baru Foo Fighters ini bagai Let's Dance, karya David Bowie yang dirilis pada 1983 silam.

"Rekamannya sangat bagus dan kami sangat tak sabar orang mendengarnya. Kami tak sabar memainkannya," ujar Grohl di awal perbincangannya yang dikutip NME.

Ia kemudian berkata, "Album ini berisi lagu-lagu rock sing-along, besar, dan anthemic. Seperti musik dance, tapi bukan EDM, disko, disko modern. Ada groove-nya. Bagi saya, ini seperti Let's Dance milik David Bowie."

(nly/end)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK