Absen dari Nominasi, The Weeknd Tuding Grammy Awards Korup

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 11:28 WIB
The Weeknd menuding Grammy Awards 2021 korup karena namanya tak masuk nominasi meski ia mendominasi tangga lagu berkat album terbarunya, After Hours. The Weeknd menuding Grammy Awards 2021 korup karena namanya tak masuk nominasi meski ia mendominasi tangga lagu berkat album terbarunya, After Hours. (Tasos Katopodis/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

The Weeknd terang-terangan menuding tim Grammy Awards 2021 korup karena namanya sama sekali tak tercantum dalam nominasi meski ia mendominasi tangga lagu Amerika Serikat berkat album terbarunya yang menuai respons positif kritikus, After Hours.

"Grammy tetap korup. Kalian berutang transparansi kepada saya, penggemar saya, dan industri (musik)," tulis The Weekend di sejumlah media sosialnya tak lama setelah Recording Academy mengumumkan nominasi Grammy Awards 2021, Selasa (24/11).

Tudingan korup tersebut merujuk pada proses pemilihan nominasi yang selama ini dirahasiakan. Recording Academy juga merahasiakan identitas anggota komite yang memengaruhi pemilihan nominasi.


Ketiadaan nama The Weeknd dalam nominasi Grammy Awards ini pun menjadi sorotan banyak pihak, terutama karena kesuksesan After Hours beserta lagu-lagu barunya di tangga musik AS.

Melihat pencapaian-pencapaian itu, sejumlah pengamat dan media memprediksi The Weeknd akan masuk dalam salah satu kategori antara Pop Terbaik atau R&B Terbaik dalam Grammy Awards 2021.

The Weeknd juga memborong sejumlah piala American Music Awards 2020 (AMA 2020), mulai dari Favorite Male Artist - Soul/R&B, Favorite Album - Soul/R&B, dan Favorite Song - Soul/R&B.

Seperti dilansir Variety, seorang sumber membeberkan bahwa kisruh ini merupakan buntut perselisihan karena The Weeknd bakal tampil sebagai tamu di Grammy dan juga Super Bowl di waktu berdekatan.

Menanggapi kisruh ini, CEO Recording Academy, Harvey Mason, jr, mengaku memahami kekecewaan yang dirasakan The Weeknd dan mengapresiasi musik berkualitas ciptaan musisi tersebut.

"Kami paham The Weeknd kecewa tidak mendapatkan nominasi. Saya terkejut dan bisa berempati dengan yang dia rasakan. Musiknya tahun ini sempurna dan kontribusinya terhadap komunitas musik semakin luas di dunia dan patut dikagumi banyak orang," tuturnya.

Namun, dia menegaskan bahwa proses nominasi ini benar-benar berdasarkan kualitas musik, tak berkaitan dengan waktu tampil yang berdekatan.

"Sebagai penegasan, proses pemungutan suara semua kategori berakhir sebelum pengumuman penampilan The Weeknd di Super Bowl, jadi tidak mungkin brdampak pada proses nominasi," katanya.

Penentuan nominasi dalam ajang Grammy Awards sendiri merupakan proses panjang. Proses penentuan nominasi Grammy Awards bisa dibaca di sini.

CEO Recording Academy, Harvey Mason, jr, juga sempat sempat menyinggung proses panjang tersebut pada Senin (23/11). Mason pun menekankan bahwa ia tidak memiliki kendali atas nominasi Grammy Awards.

"Saya mengamati, dan orang-orang di dalamnya adalah para profesional musik, dengan keahlian terbaik mereka dalam menulis dan memproduksi lagu serta ada banyak artis. Mereka secara kritis mendengarkan setiap lagu yang ada di meja mereka - atau meja virtual - jadi menurut saya itu tidak menunjukkan ada cacat dalam prosesnya," kata Harvey.

"Ini adalah proses yang panjang dan sulit dan orang-orang bangga karenanya. Orang-orang dalam ruangan itu tidak punya agenda atau konflik kepentingan, tidak ada, 'Ayo hindari orang ini atau orang itu.' Ini tentang, 'Mari kita coba dan temukan keunggulan.'"

(chri/has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK