Gigi Hadid Dukung Model Hijab yang Pilih Pensiun

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2020 18:43 WIB
Gigi Hadid menyuarakan dukungannya kepada rekan sesama model yang berhijab dan memilih pensiun dari dunia mode dengan alasan mempertahankan nilai agama. Gigi Hadid menyuarakan dukungannya kepada rekan sesama model yang berhijab dan memilih pensiun dari dunia mode dengan alasan mempertahankan nilai agama. (AFP/ANGELA WEISS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gigi Hadid mendukung keputusan rekannya yang merupakan seorang model berhijab, Halima Aden, memutuskan mundur dari panggung runway karena alasan mendapatkan tekanan terhadap agama yang ia anut.

"Semua orang harus mengecek Story milik Halima sekarang. Ini amat penting, baik sebagai seorang berhijab atau tidak, untuk merefleksikan diri dan kembali kepada apa yang terasa riil bagi kita. Itu satu-satunya cara untuk merasa benar-benar puas," kata Gigi Hadid dalam unggahan Story di Instagram.

"Saya pernah belajar melalui terapi bahwa bila kita tegas dengan batasan kita, itu tidak berarti kita tidak bersyukur atas kesempatan yang datang, dan ini akan menghasilkan sesuatu yang tak hampa, dan tak terasa dimanfaatkan," lanjutnya.


"Belajar akan hal itu banyak membantu saya," kata Gigi Hadid.

"Saudari saya Halima, kau telah menginspirasi saya sejak hari pertemuan kita dan kau terus membuat saya bangga. Teruslah bersinar, banyak cinta untukmu," kata Gigi Hadid.

Dukungan kepada Halima juga datang dari model senior Naomi Campbell. "Bangga kepada dirimu untuk tetap bertahan pada integritas yang kau miliki. Dan saya harap jalur kita akan bertemu lagi sementara kemampuan kita akan tetap bersinar dan meningkat," katanya.

Halima Aden sebelumnya membuat pernyataan kepada publik bahwa dirinya mundur dari dunia fesyen pada Rabu (25/11). Perempuan yang mencetak rekor sebagai model pertama yang mengenakan hijab untuk edisi pakaian olahraga renang pada 2019 tersebut menjelaskan alasannya melalui unggahan di media sosial.

Dalam berbagai unggahan Instagram Story itu, Aden mengaku menyesal gaya berhijabnya di berbagai pemotretan dirasa telah menyalahi nilai-nilai agama yang ia anut. Bahkan ia menyebut berbagai 'keterpaksaan' memodifikasi gaya hijabnya kala pemotretan telah menghilangkan identitasnya sendiri.

"Seperti yang telah saya katakan berkali-kali menjadi minoritas di dalam minoritas di dalam minoritas tidak pernah mudah. Menjadi seorang berhijab benar-benar sebuah perjalanan dengan banyak pasang surut," kata model keturunan Somali-Amerika Serikat itu.

"Berkat Covid-19 dan rehat dari industri, saya akhirnya menyadari di mana kesalahan saya dalam perjalanan hijab pribadi saya," lanjutnya, dikutip dari Aceshowbiz.

Halima Aden diketahui pindah ke Amerika Serikat pada usia 7 tahun setelah sempat dibesarkan di kamp pengungsian Kakuma di Kenya. Keluarganya tinggal di Minnesota.

Dia menjadi sorotan ketika pada 2016 lalu menjadi kontestan berhijab pertama dan mengenakan burkini pada ajang kecantikan Miss Minnesota USA yang mengantarnya menjadi semi-finalis pada ajang tersebut.

[Gambas:Instagram]

Aden meninggalkan dunia permodelan demi tetap bisa memegang teguh nilai-nilai Islam, termasuk memakai hijab.

Selama menjadi model minoritas, Aden mengaku tertekan. Ia mengungkapkan kesulitan yang dihadapinya melalui serangkaian unggahan di Instastory.



(end/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK