Pemain dan Kru Film Mosul Diteror Ancaman Terduga ISIS

CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2021 15:30 WIB
Banyak ancaman kekerasan dari pihak yang mengaku sebagai anggota serta loyalis ISIS kepada pemain dan kru film Mosul. Banyak ancaman kekerasan dari pihak yang mengaku sebagai anggota serta loyalis ISIS kepada pemain dan kru film Mosul. (Dok. Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para pemain dan tim produksi di belakang layar film Mosul terus merasakan tidak nyaman dan kewaspadaan tingkat tinggi. Hal itu disebabkan banyak ancaman kekerasan dari pihak yang mengaku sebagai anggota serta loyalis ISIS di halaman media sosial mereka.

Ancaman tersebut dirasakan Suhail Dabbach yang berperan sebagai Kolonel Jasem, pemimpin tim SWAT Irak, sejak hari pertama mengunggah rencana perilisan film tersebut.

"Mereka menjawab dengan banyak video dan kata-kata kasar seperti mereka telah mengetahui saya. Saya harus menjaga diri, memastikan kepala saya ada setiap pagi dan menyatakan mengetahui tempat tinggal saya," kata Suhail Dabbach.


Mosul merupakan film thriller terbaru garapan Anthony Russo dan Joe Russo yang dibuat dengan melihat kisah nyata pasukan polisi SWAT Irak turun ke jalan untuk memusnahkan anggota ISIS.

Suhail Dabbach bukan satu-satunya yang mendapat ancaman. Adam Besa yang berperan sebagai polisi dan bergabung ke tim SWAT juga menjadi korban dengan penghapusan laman Instagram, pesan-pesan ancaman ke nomor WhatsApp miliknya.

Setelah melakukan pelacakan, ancaman-ancaman ke nomor tersebut berasal dari Turki.

Kondisi itu membuat para produser seperti AGBO, Netflix, dan 101 Studios mengambil langkah serius dengan mengerahkan pasukan keamanan internal demi memastikan semua orang aman.

"Itu benar-benar pengalaman mengerikan bagi para aktor. Tidak pernah terasa nyaman apabila privasi telah dilanggar. Sungguh menakutkan mendapatkan ancaman pembunuhan dari sumber anonim," kata Joe Russo seperti dilansir Deadline.

Joe Russo dan Anthony Russo menolak mengungkapkan ancaman tersebut terkonfirmasi berasal dari ISIS atau tidak.

"Saya hanya mengatakan kami menangani ini dengan serius," ucap Anthony.

Mereka menyatakan bersama tim membuat sistem pengamanan ke level baru seperti tidak mendistribusikan naskah, memiliki kode tertentu untuk yang terlibat, dan menarik setiap referensi ISIS dari naskah.

"Kami tahu film itu provokatif dan berpotensi bahaya bagi semua yang terlibat. Kami mengambil langkah keamanan tertinggi yang dapat kami pikirkan."

(chri/end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK