Pandji soal Serangan Netizen: Kesimpulan Utuh, Info Sepotong

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 13:56 WIB
Pembawa acara sekaligus komika Pandji Pragiwaksono merespons hujatan netizen terkait komentarnya soal NU dan Muhammadiyah. Respons Pandji Pragiwaksono usai diserang netizen. (Dok. Pandji Pragiwaksono Management)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pembawa acara sekaligus komika Pandji Pragiwaksono memberikan respons usai dihujat netizen lantaran menyebut organisasi keagamaan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama elitis dalam sebuah video membahaas Front Pembela Islam (FPI).

Respons itu Pandji sampaikan dengan membalas kicauan pengacara Muannas Alaidid. Ia menjelaskan bahwa perkataannya merupakan kutipan dari Sosiolog Thamrin Tomagola.

"Mohon maaf, tapi belom ditonton ya sumber video yg dijadikan kutipan? Saya bilang bahwa Itu ucapan sosiolog, Pak Thamrin Tomagola waktu saya interview beliau di Hard Rock FM Jakarta awal 2012," tulis Pandji.


Pandji juga merespons cuitan aktivis media sosial Denny Siregar yang memintanya berhati-hati NU dn Muhammadiyah bisa tersinggung.

"Padahal di artikelinya dikasi tau bahwa itu bukan ucapan gue. Gue mengutip ucapan Pak Thamrin Tomagola, sosiolog. Tapi ya gimana? Banyak orang lebih seneng bikin kesimpulan utuh atas informasi sepotong," tulis Pandji.

Selain itu, Pandji juga merespons pernyataan dari Direktur NU Online Savic Ali. Ia membalas kicauan orang lain yang membuat tangkapan layar berita tentang perkataan Pandji.

Savic beranggapan bahwa Pandji warga Jakarta yang cuma mengerti Jakarta. Pandji kemudian meminta Savic untuk tidak berkesimpulan dari sebagian info yang didapat.

"Betul, ucapan beliau. Silakan tanya langsung bahkan kayaknya rekamannya masih ada di https://pandji.com," tulis Pandji.

Sebelumnya, Pandji membahas tentang pembubaran Front Pembela Islam (FPI) dalam video bertajuk FPI DIBUBARIN PERCUMA? feat AFIF XAVI & FIKRI KUNING. Ia kemudian membandingkan FPI dengan NU dan Muhammadiyah.

"Dan kalo di tulisan gue ya, juga di stand up gue, gue bilang bahwa, pak Thamrin Tomagola, sosiolog itu bilang bahwa FPI itu hadir karena dua ormas yang gede itu udah jauh dari rakyat yaitu Muhammadiyah dan NU, jauh ke bawah. Mereka itu elite-elite politik, FPI waktu itu deket sama rakyatnya, ini yang gue denger dari pak Thamrin Tomagola," kata Pandji.

"Ini waktu 2012 nih kejadiannya, kalo ada seorang anak mau masuk sekolah terus gak bisa masuk, biasanya orang tuanya ke FPI minta surat, dibikinin surat sama FPI, dibawa sama orang tuanya ke sekolah, anaknya bisa masuk. Terlepas dari surat itu menakutkan bagi sekolahnya, tapi nolong warga gitu."

"Karena kata pak Thamrin Tomagola, pintu rumahnya ulama-ulama FPI kebuka buat warga, jadi orang kalo mau dateng, bisa. Lu mau apa? ya lu ngobrol ama gue. Nah yang NU dan Muhammadiyah karena udah terlalu tinggi dan elitis, warga tuh gak ke situ. Warga justru ke nama-nama besarnya FPI," lanjutnya.

CNNIndonesia.com sudah menghubungi Pandji melalui pesan singkat untuk menanyakan lebih lanjut mengenai pertanyaannya. Namun, sampai artikel ini diturunkan Pandji belum memberikan respons.

(tim/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK