Joe Exotic: Saya Terlalu Gay untuk Dapat Grasi dari Trump

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 17:29 WIB
Tokoh sentral serial Tiger King, Joe Exotic, mengungkapkan kekecewaannya karena tak mendapatkan grasi dari Donald Trump di hari terakhirnya menjadi presiden AS. Tokoh sentral serial Tiger King, Joe Exotic, mengungkapkan kekecewaannya karena tak mendapatkan grasi dari Donald Trump di hari terakhirnya menjadi presiden AS. (Dok. Netflix via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tokoh sentral serial dokumenter Tiger King, Joe Exotic, mengungkapkan kekecewaannya karena tak mendapatkan grasi dari Donald Trump di hari terakhirnya menjabat sebagai presiden Amerika Serikat.

"Saya terlalu polos dan terlalu GAY untuk mendapatkan pengampunan dari Trump," tulis Joe Exotic melalui akun Twitter pribadinya.

"Saya hanya penting bagi Donald Junior ketika dia perlu mengomentari saya untuk bisa meningkatkan media sosialnya. Apakah kita sebodoh ini percaya dia benar-benar membela penyetaraan keadilan? Teman-temanya yang korup selalu diutamakan."


Joe kini sedang menjalani hukuman penjara 22 tahun setelah kalah dalam pengadilan melawan Carole Baskin pada 2019. Ia dinyatakan bersalah atas tuduhan menyewa pembunuh bayaran untuk percobaan menghabisi nyawa Baskin.

Kasus ini bermula ketika aktivis bernama lengkap Joseph Maldonado-Passage ini mengadakan beberapa acara yang menampilkan anak harimau dan singa.

Sejak saat itu, nama Joe mulai dikenal aktivis hewan karena dianggap mengeksploitasi hewan demi keuntungan pribadi.

Salah satu aktivis yang gigih melawan Joe adalah Baskin. Dalam berbagai kesempatan, ia menuduh Joe memperlakukan hewan dengan tidak baik dan bahkan membunuh binatang tanpa alasan konkret.

Joe tidak terima dengan tuduhan itu. Ia membalas dengan menuduh Carole membunuh suaminya kemudian dijadikan pakan hewan. Sang suami memang hilang tanpa jejak sampai sekarang.

Hingga pada September 2020, Joe Exotic meminta grasi dari Donald Trump melalui surat yang ia tulis di penjara. Dalam surat itu, Joe memuji Trump.

Ia mengaku memuji bukan karena meminta grasi, melainkan melihat Trump sebagai sosok yang yakin dengan pendiriannya tanpa peduli pendapat orang lain.

Ia juga mengaku memilih Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2016 lalu. Joe juga menjelaskan bahwa ibunya sudah meninggal dan ayahnya sedang dirawat di rumah sakit.

"Saya memohon kepada Anda untuk mendengarkan jutaan orang yang melihat kebenarannya. Saya meminta untuk mendengarkan anak Anda, Donald Junior, dan bertindak benar," tulis Joe dikutip dari Daily Mail.

Pernyataan Joe merujuk pada komentar Donald Junior yang menilai hukuman penjara 22 tahun terhadap Joe terlalu agresif.

Trump sendiri memang sudah dijadwalkan memberikan pengampunan di hari terakhirnya menjabat sebagai presiden.

Ia akhirnya memberikan pengampunan kepada 143 orang. Namun, Joe Exotic tidak masuk daftar tersebut.

Beberapa tokoh terkenal yang mendapat pengampunan ialah rapper Kodak Black, Lil Wayne, mantan ahli strategi Steve Bannon, dan mantan Wali Kota Detroit Kwame Kilpatrick.

(chri/has/bac)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK