Sinopsis Raya and the Last Dragon, Perjuangan Mencari Naga

CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 12:13 WIB
Berikut sinopsis film Raya and the Last Dragon, yang menggambarkan upaya pencarian naga untuk mendamaikan dan menyelamatkan manusia. Berikut sinopsis film Raya and the Last Dragon, yang menggambarkan upaya pencarian naga untuk mendamaikan dan menyelamatkan manusia. (Dok. Disney)
Jakarta, CNN Indonesia --

Film animasi terbaru Disney, Raya and the Last Dragon, resmi dirilis mulai Rabu (3/3). Film tersebut menggambarkan upaya pencarian naga untuk mendamaikan dan menyelamatkan manusia. Berikut sinopsis film Raya and the Last Dragon.

Dahulu kala, manusia dan naga hidup berdampingan di negeri Kumandra. Namun, ketika kekuatan jahat mengancam negeri itu, para naga harus berjuang mengorbankan diri mereka demi menyelamatkan manusia.

Kini, 500 tahun kemudian, kekuatan jahat itu kembali mengusik kedamaian Kumandra dan nasib mereka bergantung pada Raya (Kelly Marie Tran).


Bersama sahabat setianya, Tuk Tuk, dan beberapa teman yang Ia temui selama di perjalanan, mereka berjuang bersama sang naga terakhir, Sisu (Awkwafina) demi mempersatukan kembali tanah Kumandra.

Perjalanan itu pun penuh diwarnai keseruan, seperti ketika Raya menemukan bayi sedang menangis di satu ruas jalan. Tak disangka, bayi itu ternyata perkasa dan langsung menendang wajah Raya hingga perempuan itu tersungkur.

Setelah menyadari kemampuan luar biasa bayi itu, Raya menyadari bahwa anak kecil tersebut dapat diajak bekerja sama untuk mengatasi perang di kampung halamannya.

Raya kemudian bercerita bahwa ketegangan di kampung halamannya sudah dirasakan sejak lama. Ayah Raya kemudian berkata kepadanya bahwa warga sekitar sebenarnya bisa bersatu kembali, tapi harus ada yang berani mengambil langkah pertama.

Ia kemudian terlihat masuk ke dalam sebuah goa, berharap dapat menemukan sang naga terakhir. Ia akhirnya bertemu dengan seekor naga bernama Sisu. Setelah mendengar cerita Raya, Sisu meragukan kekuatannya sendiri.

Raya and the Last Dragon menyuguhkan berbagai elemen unik yang terinspirasi dari keindahan alam serta kekayaan budaya khas Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Beberapa talenta asal Indonesia terlibat aktif dalam pembuatan film ini.

Mulai dari seniman Griselda Sastrawinata, kembali terlibat dalam pembuatan film ini sebagai visual development artist bersama Luis Logam sebagai story artist.

Beberapa tokoh pegiat budaya juga terlibat dalam film ini, seperti Dewa Berata dan Emiko Susilo. Keduanya menjadi bagian dari tim konsultan, khususnya dalam hal budaya Indonesia, tari dan upacara tradisional, serta musik gamelan.

Keragaman ini terlihat dalam motif, warna, arsitektur, makanan, hingga nilai, kebiasaan dan adat istiadat yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Asia Tenggara.

Film Raya and the Last Dragon bisa disaksikan di berbagai jaringan bioskop di Indonesia pada 3 Maret 2021.

[Gambas:Youtube]



(chri/end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK