Gal Gadot, Wonder Woman dengan Jejak Polemik Israel-Palestina

CNN Indonesia | Jumat, 14/05/2021 14:29 WIB
Gal Gadot beberapa kali tersandung kontroversi dalam isu Israel-Palestina. Ia pernah diboikot di Lebaon karena pernah ikut latihan ketentaraan Israel. Pemeran Wonder Woman, Gal Gadot. (Foto: Frazer Harrison/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gal Gadot kembali diserang netizen terkait Israel. Pada Rabu (12/5), kolom komentar Twitter artis asal Israel ini dibanjiri perdebatan warganet setelah ia bicara mengenai konflik Israel dan Palestina.

"Hati saya hancur. Negara saya sedang berperang. Saya khawatir dengan keluarga dan teman-teman saya. Saya mengkhawatirkan rakyatnya," tulis Gal Gadot.

"Ini lingkaran setan yang berlangsung terlalu lama. Israel berhak hidup sebagai bangsa yang bebas dan aman. Tetangga kita juga berhak mendapatkan hal yang sama."


"Saya berdoa untuk para korban dan keluarga mereka. Saya berdoa agar permusuhan ini berakhir. Saya berdoa bagi para pemimpin untuk menemukan solusi agar kita bisa hidup berdampingan dengan damai. Saya berdoa untuk hari-hari yang lebih baik," tulis Gal Gadot.

Banyak dari netizen mempermasalahkan bintang Wonder Woman itu menggunakan kata 'tetangga' daripada langsung menyebutkan Palestina.

Netizen juga mempermasalahkan dukungan Gal Gadot kepada Israel. Pengguna Twitter kemudian mengkritik perannya sebagai Wonder Woman usai pernyataan tersebut.

Hal tersebut membuat Gal Gadot menutup kolom komentar di unggahannya tersebut.

Ini kali kesekian Gal Gadot menghadapi masalah terkait Israel. Artis yang juga Miss Israel 2004 ini juga memicu kontroversi setelah Israel meluncurkan Operation Protective Edge pada 2014.

"Saya mengirimkan cinta dan doa untuk warga Israel lainnya, terutama laki-laki dan perempuan yang mengambil risiko untuk menjaga negara ini dari aksi Hamas yang bersembunyi seperti penakut di balik perempuan dan anak-anak," tulis Gal Gadot di Facebook.

Beberapa orang mengapresiasi dukungan Gal Gadot terhadap negaranya. Namun, banyak orang mengumbar kemarahan atas unggahan tersebut.

"Warga Palestina menghadapi pembersihan etnis sejak zionis Israel. Apa yang akan kamu lakukan apabila negara, rumah, dan semua yang kamu miliki diambil tiba-tiba?" tulis warganet seperti dilansir The Independent.

Artis yang pernah menjalani latihan ketentaraan selama dua tahun di Angkatan Pertahanan Israel (IDF) ini merupakan artis Hollywood kelas A yang menjadi bintang utama dalam Wonder Woman dan Justice League.

Jejaknya itu pernah membuat Kementerian Ekonomi Lebanon melarang perilisan Wonder Woman pada 2017. Ia dianggap terlibat dalam perang bersama Israel.

Tak hanya itu, banyak warganet yang mengeluhkan kewarganegaraan Gal Gadot ketika dipercaya untuk memerankan Cleopatra. Mereka menilai karakter Cleopatra seharusnya diperankan artis asal Mesir atau Afrika.

Pada 2018, Gal Gadot juga pernah menjadi brand ambassador Revlon. Permasalahan dimulai ketika Amani Al-Khatahtbeh yang juga dikenal sebagai MuslimGirl menolak Revlon Award di tahun itu karena Gal Gadot adalah wajah merek tersebut.

Ia kala itu menyinggung Ahed Tamimi, gadis Palestina berusia 16 tahun yang ditahan IDF.

"Kami tidak bisa menerima role models yang mendukung kekerasan terhadap perempuan di negara lain," tulis Amani.

Sementara itu, jumlah korban tewas akibat memanasnya konflik Israel dan Palestina hampir dalam satu pekan terakhir menjadi 109 orang, termasuk 28 anak-anak. Jumlah itu belum termasuk korban luka-luka sebanyak 580 orang.

(chri/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK