Iwan Fals Minta Isi Tes Wawasan Kebangsaan KPK: Mau Dong

CNN Indonesia | Senin, 17/05/2021 13:55 WIB
Musisi senior Iwan Fals meminta isi soal-soal tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk seleksi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Iwan Fals minta contoh isi soal-soal TWK KPK. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Musisi senior Iwan Fals meminta isi soal-soal tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk seleksi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam cuitannya di Twotter, Iwan Fals mengatakan isi TWK tersebut agar bisa dibaca bersama.

"Ada yang punya TWK-nya KPK nggak, kalau ada mau dong bagiin sini, biar bisa dibaca bareng-bareng, siapa tahu ada yang mau ngelamar kerja di KPK," demikian citan Iwan Fals.


Sejumlah netizen kemudian menanggapi kicauan sang musisi legendaris tersebut. Di antaranya salah satu pengguna Twitter yang membagikan link salah satu berita yang memuat isi 20 soal tes TWK.

"Ini Om," tulis salah satu netizen tersebut.

Di antara soal tersebut ada pertanyaan: "Apakah semua orang Cina sama saja?"

Ada pula netizen yang menanggapi dengan sindiran terhadap tes TWK untuk pegawai KPK tersebut melalui guyonan.

"Daripada ngelamar di KPK, mending saya ngelamar di Rans Entertaiment. Gapapa deh gantiin mba lala," tulis salah satu pengguna Twitter.

Kontroversi sempat mencuat setelah 75 staf KPK termasuk Novel Baswedan tak lolos TWK untuk pegawai negeri sipil di lembaga tersebut.

Daftar soal TWK inilah yang dipersoalkan publik. Terlebih salah satu staf KPK, Rara Khoiriyah, mengungkapkan soal-soal TWK yang harus dijawab itu terkesan janggal.

Kepada CNNIndonesia.com, Tata menyebut tak ada penjelasan tentang "cina" yang dimaksud. Ia tak paham apakah kata itu merujuk etnis Tionghoa atau warga negara China.

Tata menjawab tidak setuju dalam TWK. Jawaban itu ia pilih karena merasa setiap orang punya fisik, karakter, dan sifat yang berbeda.

"Buat saya pertanyaan semua orang Cina itu sama adalah statement ambigu. Apakah yang dimaksud sama itu adalah kulitnya, mukanya, kaya-nya, baiknya atau jahatnya? Kalau itu yang dimaksud, maka apakah pilihan tidak setuju bisa dianggap berwawasan kebangsaan?" tuturnya.

(tim/bac)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK