Sebagai seniman berdarah Betawi, almarhum Benyamin Sueb banyak menyisipkan budaya Betawi di banyak filmnya. Tercatat Benyamin telah membintangi 53 judul film.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungkin yang paling diingat masyarakat adalah perannya sebagai Babe di sitkom Si Doel Anak Sekolahan medio 90-an.
Sementara Warkop DKI telah lebih dulu dikenal publik lewat banyolan jenaka di Radio Prambors. Hingga saat ini film Warkop DKI masih sering diputar di televisi tanah air dengan lawakan yang seakan tak lekang waktu.
Berikut rekomendasi film Benyamin Sueb dan Warkop DKI spesial HUT Jakarta.
1. Tarsan Kota (1974)
Film komedi Benyamin Sueb ini disutradari oleh Lilik Sudijo. Adapun pemeran lain yang terlibat yaitu Ida Royani dan Eddy Gombloh.
Tarzan Kota bercerita tentang Ida bersama sang ayah dan Kamdi tengah berburu harimau di hutan. Namun di tengah pencariannya, Ida mendadak hilang, hingga muncul dugaan ia dimakan harimau.
Padahal Ida telah diselamatkan Tarsan dari serangan harimau. Ida yang merasa berutang budi kemudian mengajak Tarsan untuk pergi ke kota.
2. Benyamin Biang Kerok (1972)
Rekomendasi film Benyamin Sueb spesial HUT Jakarta: Benyamin Biang Kerok (Ilustrasi Foto: Courtesy of Falcon Pictures)
Film Benyamin Biang Kerok disutradarai Nawi Ismail dengan penulis Syamsul Fuad. Film ini bercerita tentang supir pribadi bernama Pengki (Benyamin Sueb) yang dikenal jahil dan menjadi biang kerok pertengkaran rumah tangga antara Johan bosnya dengan istri.
Pengki juga gemar memakai fasilitas kantor untuk keperluan pribadinya. Suatu waktu Pengki kencan dengan seorang wanita menggunakan jas milik si bos dan berlaga layaknya orang kaya.
Belum lagi Pengki suka memakai bensin mobil sampai habis untuk berkencan. Pengki ketiban sial saat dua wanita cantik yang dia kencani datang bersamaan ke rumah majikannya yang diakui sebagai rumahnya.
Film yang terilhami dari kisah Samson and Delilah ini merupakan garapan Nawi Ismail. Berkisah tentang Samson (Benyamin Sueb) yang lahir setelah 13 bulan berada dalam kandungan ibunya (Mak Wok).
Saat masih di kandungan, seorang peramal bernama Mas Sastro (Eddy Gombloh) mengatakan nantinya anak yang lahir akan memiliki kekuatan besar namun kekuatannya akan hilang jika bulu ketiaknya dicukur.
Setelah bertumbuh besar ayah dan ibu Samson dibuat pusing ulah anaknya. Samson sering merusak dan melukai teman bermainnya sehingga para orang tuanya harus membayar ganti rugi dan berujung menjadi miskin.
Setelah menginjak usia 17 tahun, Samson memutuskan pergi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan. Secara tak sengaja dia bertemu dengan Siti Duile (Yatni Ardi).
4. Maju Kena Mundur Kena (1983)
Rekomendasi film Warkop DKI spesial HUT Jakarta: Maju Kena Mundur Kena (Foto: Dok. soraya intercine film)
Selanjutnya adalah film Warkop DKI yang disutradari oleh Arizal dan ditulis Deddy Armand dan Raam Punjabi.
Film komedi Warkop DKI ini berkisah tentang Dono, Kasino, dan Indro yang merupakan teman satu kos. Kasino merupakan seorang pengusaha bengkel mobil yang mempekerjakan Indro dan Dono sebagai karyawannya.
Kasino yang percaya takhayul meyakinkan kedua temannya bahwa perempuan membawa sial, namun ucapannya berbanding terbalik dengan kelakuannya menyimpan banyak foto wanita di kamar kosannya.
Film garapan Parkit Film ini disutradarai oleh Arizal dan menghadirkan satu komedian baru yakni Mat Solar sebagai bintang tamu.
Dono, Kasino, Indro berperan sebagai karyawan di sebuah hotel kelas menengah dengan manager hotel bernama Paulus (Pietrajaya Burnama).
Sang manager sering dibuat pusing dengan kelakuan anak buahnya. Dono pelupa, Kasino suka berkata kasar, Indro gagap, Mat Solar budeg.
Salah satu adegan legendaris dari film ini adalah saat Indro dan Mat Solar pergi menjenguk paman di rumah sakit. Mat Solar yang budeg tidak dapat mendengar jawaban dari pamannya tersinggung, sementara Indro gagap untuk memberitahu Mat Solar.
6. Bisa Naik Bisa Turun (1992)
Rekomendasi film Warkop DKI spesial HUT Jakarta: Bisa Naik Bisa Turun (Foto: Netflix)
Film garapan sutradara Arizal dan produser Ram Soraya ini dibuka dengan ketiga sekawan ini masuk dan menjalani pelatihan sebagai satpam perusahaan.
Dalam menjalani pelatihan yang berat mereka tidak mengetahui bahwa Diding sang pelatih satpam merupakan pasien rumah sakit jiwa yang baru saja melarikan diri. Kesialan pun datang bertubi-tubi menimpa mereka.
Rekomendasi film Warkop Spesial HUT Jakarta selanjutnya adalah Setan Kredit tentang hilangnya seorang anak dari berita di radio. Lantaran disediakan hadiah bagi yang menemukan, 3 sekawan ini lalu mendatangi tempat keramat untuk minta petunjuk.
Sesampainya di tempat keramat, sang penunggu bersedia membantu dengan syarat mereka harus mendatangkan orang-orang yang bersedia dan mau menerima kredit.
Namun setelah berhasil mendatangkan orang tersebut, informasi anak hilang hanya sebuah kesalahan dan keisengan sang anak.
Jakarta, CNN Indonesia --
Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat akan kemajuan dan perubahan kota, tidak terkecuali para seniman ibu kota.
DKI memiliki segudang seniman dan komedian legendaris, sebut saja Benyamin Sueb dan Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro).
Sebagai seniman berdarah Betawi, almarhum Benyamin Sueb banyak menyisipkan budaya Betawi di banyak filmnya. Tercatat Benyamin telah membintangi 53 judul film.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungkin yang paling diingat masyarakat adalah perannya sebagai Babe di sitkom Si Doel Anak Sekolahan medio 90-an.
Sementara Warkop DKI telah lebih dulu dikenal publik lewat banyolan jenaka di Radio Prambors. Hingga saat ini film Warkop DKI masih sering diputar di televisi tanah air dengan lawakan yang seakan tak lekang waktu.
Berikut rekomendasi film Benyamin Sueb dan Warkop DKI spesial HUT Jakarta.
1. Tarsan Kota (1974)
Film komedi Benyamin Sueb ini disutradari oleh Lilik Sudijo. Adapun pemeran lain yang terlibat yaitu Ida Royani dan Eddy Gombloh.
Tarzan Kota bercerita tentang Ida bersama sang ayah dan Kamdi tengah berburu harimau di hutan. Namun di tengah pencariannya, Ida mendadak hilang, hingga muncul dugaan ia dimakan harimau.
Padahal Ida telah diselamatkan Tarsan dari serangan harimau. Ida yang merasa berutang budi kemudian mengajak Tarsan untuk pergi ke kota.
2. Benyamin Biang Kerok (1972)
Rekomendasi film Benyamin Sueb spesial HUT Jakarta: Benyamin Biang Kerok (Ilustrasi Foto: Courtesy of Falcon Pictures)
Film Benyamin Biang Kerok disutradarai Nawi Ismail dengan penulis Syamsul Fuad. Film ini bercerita tentang supir pribadi bernama Pengki (Benyamin Sueb) yang dikenal jahil dan menjadi biang kerok pertengkaran rumah tangga antara Johan bosnya dengan istri.
Pengki juga gemar memakai fasilitas kantor untuk keperluan pribadinya. Suatu waktu Pengki kencan dengan seorang wanita menggunakan jas milik si bos dan berlaga layaknya orang kaya.
Belum lagi Pengki suka memakai bensin mobil sampai habis untuk berkencan. Pengki ketiban sial saat dua wanita cantik yang dia kencani datang bersamaan ke rumah majikannya yang diakui sebagai rumahnya.
Film yang terilhami dari kisah Samson and Delilah ini merupakan garapan Nawi Ismail. Berkisah tentang Samson (Benyamin Sueb) yang lahir setelah 13 bulan berada dalam kandungan ibunya (Mak Wok).
Saat masih di kandungan, seorang peramal bernama Mas Sastro (Eddy Gombloh) mengatakan nantinya anak yang lahir akan memiliki kekuatan besar namun kekuatannya akan hilang jika bulu ketiaknya dicukur.
Setelah bertumbuh besar ayah dan ibu Samson dibuat pusing ulah anaknya. Samson sering merusak dan melukai teman bermainnya sehingga para orang tuanya harus membayar ganti rugi dan berujung menjadi miskin.
Setelah menginjak usia 17 tahun, Samson memutuskan pergi ke kota untuk mendapatkan pekerjaan. Secara tak sengaja dia bertemu dengan Siti Duile (Yatni Ardi).
Rekomendasi Film Warkop DKI spesial HUT Jakarta
Berikut 7 rekomendasi film Benyamin Sueb dan Warkop DKI yang bisa Anda nikmati di hari HUT Jakarta. (Foto: Netflix)
4. Maju Kena Mundur Kena (1983)
Rekomendasi film Warkop DKI spesial HUT Jakarta: Maju Kena Mundur Kena (Foto: Dok. soraya intercine film)
Selanjutnya adalah film Warkop DKI yang disutradari oleh Arizal dan ditulis Deddy Armand dan Raam Punjabi.
Film komedi Warkop DKI ini berkisah tentang Dono, Kasino, dan Indro yang merupakan teman satu kos. Kasino merupakan seorang pengusaha bengkel mobil yang mempekerjakan Indro dan Dono sebagai karyawannya.
Kasino yang percaya takhayul meyakinkan kedua temannya bahwa perempuan membawa sial, namun ucapannya berbanding terbalik dengan kelakuannya menyimpan banyak foto wanita di kamar kosannya.
Film garapan Parkit Film ini disutradarai oleh Arizal dan menghadirkan satu komedian baru yakni Mat Solar sebagai bintang tamu.
Dono, Kasino, Indro berperan sebagai karyawan di sebuah hotel kelas menengah dengan manager hotel bernama Paulus (Pietrajaya Burnama).
Sang manager sering dibuat pusing dengan kelakuan anak buahnya. Dono pelupa, Kasino suka berkata kasar, Indro gagap, Mat Solar budeg.
Salah satu adegan legendaris dari film ini adalah saat Indro dan Mat Solar pergi menjenguk paman di rumah sakit. Mat Solar yang budeg tidak dapat mendengar jawaban dari pamannya tersinggung, sementara Indro gagap untuk memberitahu Mat Solar.
6. Bisa Naik Bisa Turun (1992)
Rekomendasi film Warkop DKI spesial HUT Jakarta: Bisa Naik Bisa Turun (Foto: Netflix)
Film garapan sutradara Arizal dan produser Ram Soraya ini dibuka dengan ketiga sekawan ini masuk dan menjalani pelatihan sebagai satpam perusahaan.
Dalam menjalani pelatihan yang berat mereka tidak mengetahui bahwa Diding sang pelatih satpam merupakan pasien rumah sakit jiwa yang baru saja melarikan diri. Kesialan pun datang bertubi-tubi menimpa mereka.
Rekomendasi film Warkop Spesial HUT Jakarta selanjutnya adalah Setan Kredit tentang hilangnya seorang anak dari berita di radio. Lantaran disediakan hadiah bagi yang menemukan, 3 sekawan ini lalu mendatangi tempat keramat untuk minta petunjuk.
Sesampainya di tempat keramat, sang penunggu bersedia membantu dengan syarat mereka harus mendatangkan orang-orang yang bersedia dan mau menerima kredit.
Namun setelah berhasil mendatangkan orang tersebut, informasi anak hilang hanya sebuah kesalahan dan keisengan sang anak.