YouTuber Afghanistan Tewas Akibat Bom Bandara Kabul
CNN Indonesia
Selasa, 31 Agu 2021 11:13 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. YouTuber asal Afghanistan, Najma Sadeqi, menjadi satu dari 170 orang yang meninggal saat hendak menyelamatkan diri dari Taliban di Bandara Internasional Kabul. (Foto: iStockphoto/RealPeopleGroup)
Jakarta, CNN Indonesia --
YouTuber asal Afghanistan, Najma Sadeqi, menjadi satu dari 170 orang yang meninggal akibat serangan bom di kawasan Bandara Internasional Kabul ketika berjuang untuk menyelamatkan diri.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi dua kerabat Najwa Sadeqi kepada CNN seperti diberitakan pada Senin (30/8) waktu AS.
Sejumlah teror terjadi dalam beberapa waktu terakhir di kawasan Bandara Kabul. Dilaporkan CNN pada Sabtu (31/8), sebuah bom bunuh diri terjadi di kawasan Bandara Kabul dan menewaskan 170 orang pada Kamis (26/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian pada Senin (30/8), setidaknya ada lima roket dilontarkan ke arah bandara yang dipenuhi warga yang ingin meninggalkan Afghanistan.
Empat hari setelah Taliban mengambil alih Afghanistan, Najma Sadeqi yang berusia 20 tahun duduk di kasurnya dan merekam video terakhir untuk disaksikan puluhan ribu pengikutnya di YouTube.
Biasanya, Najwa Sadeqi memperlihatkan kemampuannya memasak atau menjelajahi Kabul bersama teman-temannya dengan mengenakan pakaian berwarna cerah dan musik riang sebagai latar.
Namun, video terakhirnya tampak berbeda. Ia mengenakan pakaian hitam dan mengungkapkan kegelisahannya.
"Karena kami tidak boleh bekerja dan keluar dari rumah, kami merekam satu video terakhir untuk kalian. Lewat video ini, kami mengucapkan selamat tinggal kepada kalian semua," kata Najwa Sadeqi.
Dalam video itu, ia mengatakan sangat takut untuk keluar dan berjalan di jalanan. Sadeqi juga meminta para pengikut akunnya untuk mendoakannya.
"Kehidupan di Kabul jadi sangat sulit, terutama bagi mereka yang biasanya bebas dan bahagia. Saya harap ini mimpi buruk. Saya harap kita bisa bangun pada suatu hari nanti," ucapnya sambil meneteskan air mata.
Sadeqi merupakan mahasiswa tingkat akhir jurusan jurnalisme di Kabul. Dia bergabung dengan Afghan Insider YouTube channel baru-baru ini yang videonya telah mendapatkan 24 juta views.
Kematian Najwa Sadeqi mengguncang komunitas YouTuber muda yang selama ini menikmati kebebasan dalam dua dekade terakhir sejak rezim Taliban dilengserkan.
YouTube menjadi platform terkemuka di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir, menyoroti demokrasi yang baru lahir di negara itu dan menyediakan platform berharga bagi calon jurnalis seperti Sadeqi dan anak muda lainnya.
Khawja Samiullah Sediqi yang menjadi bagian dari channel Afghan Insider mengkhawatirkan keselamatan orang-orang yang selama ini aktif di saluran YouTube itu dan saluran lainnya.
"Dalam beberapa minggu terakhir semuanya berubah. Kami berhenti memproduksi barang baru, kami takut menjadi sasaran, diintimidasi, atau dilukai," kata Sediqi.
"Kami terlalu takut menggunakan hak kami untuk berbicara secara bebas dan kami sama sekali tidak yakin tentang hari esok," ucapnya.
Selain Sediqi, satu YouTuber yang enggan disebutkan namanya juga mengungkapkan ketakutan serupa.
"Kemarin giliran Najma Sadeqi. Mungkin besok giliran saya, dan besoknya perempuan lain," kata YouTuber tersebut.
Dia mengatakan Najma sempat menghubunginya entah dari mana dan ingin memastikan situasinya. YouTuber muda tersebut tak menyangka Najwa saat ini sudah tiada.
"Saya merasa putus asa, mimpi-mimpi hancur dan saya tak lagi bisa membantu adik dan ibu saya yang tidak bisa bekerja," ucapnya.
"Taliban hari ini berbeda dari yang sebelumnya karena mereka memiliki akses ke ponsel dan internet sekarang" katanya.
"Beberapa dari mereka mungkin dapat dengan mudah mengenali saya ... sejak hari mereka memasuki Kabul, saya tidak keluar rumah sama sekali," ucap YouTuber muda tersebut.
Jakarta, CNN Indonesia --
YouTuber asal Afghanistan, Najma Sadeqi, menjadi satu dari 170 orang yang meninggal akibat serangan bom di kawasan Bandara Internasional Kabul ketika berjuang untuk menyelamatkan diri.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi dua kerabat Najwa Sadeqi kepada CNN seperti diberitakan pada Senin (30/8) waktu AS.
Sejumlah teror terjadi dalam beberapa waktu terakhir di kawasan Bandara Kabul. Dilaporkan CNN pada Sabtu (31/8), sebuah bom bunuh diri terjadi di kawasan Bandara Kabul dan menewaskan 170 orang pada Kamis (26/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian pada Senin (30/8), setidaknya ada lima roket dilontarkan ke arah bandara yang dipenuhi warga yang ingin meninggalkan Afghanistan.
Empat hari setelah Taliban mengambil alih Afghanistan, Najma Sadeqi yang berusia 20 tahun duduk di kasurnya dan merekam video terakhir untuk disaksikan puluhan ribu pengikutnya di YouTube.
Biasanya, Najwa Sadeqi memperlihatkan kemampuannya memasak atau menjelajahi Kabul bersama teman-temannya dengan mengenakan pakaian berwarna cerah dan musik riang sebagai latar.
Namun, video terakhirnya tampak berbeda. Ia mengenakan pakaian hitam dan mengungkapkan kegelisahannya.
"Karena kami tidak boleh bekerja dan keluar dari rumah, kami merekam satu video terakhir untuk kalian. Lewat video ini, kami mengucapkan selamat tinggal kepada kalian semua," kata Najwa Sadeqi.
Dalam video itu, ia mengatakan sangat takut untuk keluar dan berjalan di jalanan. Sadeqi juga meminta para pengikut akunnya untuk mendoakannya.
"Kehidupan di Kabul jadi sangat sulit, terutama bagi mereka yang biasanya bebas dan bahagia. Saya harap ini mimpi buruk. Saya harap kita bisa bangun pada suatu hari nanti," ucapnya sambil meneteskan air mata.
Taliban Blokir Jalan Bandara Kabul. (AP/Wali Sabawoon)
Sadeqi merupakan mahasiswa tingkat akhir jurusan jurnalisme di Kabul. Dia bergabung dengan Afghan Insider YouTube channel baru-baru ini yang videonya telah mendapatkan 24 juta views.
Kematian Najwa Sadeqi mengguncang komunitas YouTuber muda yang selama ini menikmati kebebasan dalam dua dekade terakhir sejak rezim Taliban dilengserkan.
YouTube menjadi platform terkemuka di Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir, menyoroti demokrasi yang baru lahir di negara itu dan menyediakan platform berharga bagi calon jurnalis seperti Sadeqi dan anak muda lainnya.
Khawja Samiullah Sediqi yang menjadi bagian dari channel Afghan Insider mengkhawatirkan keselamatan orang-orang yang selama ini aktif di saluran YouTube itu dan saluran lainnya.
"Dalam beberapa minggu terakhir semuanya berubah. Kami berhenti memproduksi barang baru, kami takut menjadi sasaran, diintimidasi, atau dilukai," kata Sediqi.
"Kami terlalu takut menggunakan hak kami untuk berbicara secara bebas dan kami sama sekali tidak yakin tentang hari esok," ucapnya.
Selain Sediqi, satu YouTuber yang enggan disebutkan namanya juga mengungkapkan ketakutan serupa.
"Kemarin giliran Najma Sadeqi. Mungkin besok giliran saya, dan besoknya perempuan lain," kata YouTuber tersebut.
Dia mengatakan Najma sempat menghubunginya entah dari mana dan ingin memastikan situasinya. YouTuber muda tersebut tak menyangka Najwa saat ini sudah tiada.
"Saya merasa putus asa, mimpi-mimpi hancur dan saya tak lagi bisa membantu adik dan ibu saya yang tidak bisa bekerja," ucapnya.
"Taliban hari ini berbeda dari yang sebelumnya karena mereka memiliki akses ke ponsel dan internet sekarang" katanya.
"Beberapa dari mereka mungkin dapat dengan mudah mengenali saya ... sejak hari mereka memasuki Kabul, saya tidak keluar rumah sama sekali," ucap YouTuber muda tersebut.